Wall Street Direnggut Profit Taking

Wall Street Direnggut Profit Taking

- detikFinance
Selasa, 12 Mei 2009 06:57 WIB
Wall Street Direnggut Profit Taking
New York - Saham-saham di Wall Street merosot oleh aksi profit taking setelah penguatan yang tajam pada pekan lalu. Rencana bank-bank besar menawarkan saham ke publik guna membayar utang bailout turut membawa sentimen negatif.

Rencana bank-bank besar menerbitkan saham baru setelah keluarnya stress test dikhawatirkan menimbulkan dilusi pada pemegang saham terkini. Hasil stress test sebelumnya menyatakan 10 bank membutuhkan dana hampir US$ 75 miliar. Bank-bank besar pun meresponsnya dengan menerbitkan saham baru, ketimbang meminta bailout lagi ke pemerintah.

Pada perdagangan Senin (11/5/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 155,88 poin (1,82%) ke level 8.418,77. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 19,99 poin (2,15%) ke level 909,24 dan Nasdaq turun 7,76 poin (0,45%) ke level 1.731,24.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham sektor finansial mengalami aksi jual yang cukup besar setelah menikmati kenaikan yang tajam pekan lalu. Saham JPMorgan Chase & Co turun hingga 8%, Bank of America anjlok 8,7%, Citigroup turun 4%, Wells Fargo turun 6%.

Sementara dua bank yang terakhir mengumumkan rencananya menawarkan saham ke publik mengalami penurunan saham yang cukup besar seperti BB&T turun 7,6% dan Capital One yang merosot 13,5%, termasuk US Bancorp yang anjlok 10%.

Saham-saham teknologi berada di posisi yang lebih baik setelah co-chief produsen software SAP menyatakan bahwa beberapa bulan ke depan akan membawa secercah harapan bagi perekonomian dunia. Saham-saham teknologi, termasuk Oracle Corp bertahan dari profit taking, sehingga pelemahan Nasdaq tidak terlalu parah. Saham Oracle naik 1,3%, Apple naik 0,3%, Symantec melonjak 3%.

"Anda dapat melihat beberapa sektor rotasi, diluar finansial yang sudah naik terlalu tinggi. Saham-saham teknologi memimpin pasar ketika ekonomi mulai bergerak lagi. Saham teknologi outperform di pasar," ujar David Bellantonio, head of trading dari Instinet seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/5/2009).

Saham-saham energi yang sebelumnya sempat melonjak tajam akibat naiknya harga minyak mentah juga diserang profit taking. Saham Chevron turun hingga 3,4%, Exxon Mobil turun 1,6%.

Volume perdagangan cukup moderat, di New York Stock Exchange trasansk hanya 1,49 miliar atau sama dengan rata-rata tahun lalu. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,51 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads