Saham-saham tambang akan melihat arah harga minyak dunia yang Senin waktu AS, harga minyak jenis light turun tipis 13 cents ke posisi US$ 58,50 per barel.
Selain saham tambang, saham grup Bakrie masih akan mewarnai pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (12/5/2009). Nilai transaksi yang besar diprediksi masih akan berlanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (11/5/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 155,88 poin (1,82%) ke level 8.418,77. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 19,99 poin (2,15%) ke level 909,24 dan Nasdaq turun 7,76 poin (0,45%) ke level 1.731,24.
Β Β Β
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (11/5/2009) turun 31,791 poin (1,71%) menjadi 1.830,741.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas
Panin Sekuritas
IHSG akhirnya bergerak melemah -1,71% ditutup pada 1.830,740. Penurunan indeks didorong oleh profit taking yang dilakukan investor. Seperti diketahui indeks telah naik 49% dari saat dimulainya Rally pada 3 Maret 2009. Kinerja IHSG tersebut lebih tinggi dibandingkan Nikkei +31%, Hangseng +45%, Dow Jones +26% (pada periode yang sama). Kami melihat profit taking yang terjadi masih dalam batas wajar dan tetap berada dalam pola bullish. Aksi profit taking ini diperkirakan masih akan berlanjut pada hari ini dengan kisaran support-resistance 1.805-1.846.
Optima Securities
Setelah akhir pekan lalu menjadi penopang bursa, penurunan saham grup Astra menjadi pemicu koreksi IHSG 31 poin ke posisi 1.862. Profit taking yang terjadi cukup wajar mengingat indeks telah rally mencapai level tertinggi intraday di 1.891 yang merupakan level psikologis. Aliran smart money masih terus masuk tercatat Rp 58 miliar dengan transaksi bursa mencapai Rp 8,5 triliun dan hampir 50% transaksi ada di grup Bakrie. Pergerakan harian masih mengandalkan sentimen luar di kisaran 1.785-1.915 dengan pilihan saham: BUMI, BNBR, UNVR, BDMN dan BBRI.Β eTrading Securities
Tidak ada pohon yang tumbuh kelangit. Ini adalah istilah untuk index kita saat ini. Konsolidasi sangat di butuhkan mengingat valuasi yang sudah cukup tinggi. Sesuatu hal yang saya yakin market kita lebih baik dan dinilai lebih tinggi yaitu, nilai transaksi jauh di atas rata-rata tahun 2007-8 (Rp 4-5 triliun vs Rp 5-8 triliun), Suku bunga/BI rate terendah sejak tahun 2005 yaitu 7,5% ,Inflasi yang sangat rendah sekitar 7%, Rupiah yang cenderung menembus level di bawah Rp10ribu dan paling stabil nya politik di tahun ini sejak 1997. Untuk ini saya melihat Indonesia seharusnya di nilai dengan valuasi yang lebih tinggi dari negara lain.
Hari ini harga base metal terutama Copper yang menurut saya sebagai leader di konter base metal, turun 3% menjadi USD4,565/ton di balik spekulasi import china akan turun akibat permintaan. Perhatikan profit taking untuk saham INCO, ANTM, dan TINS. (ir/ir)











































