"Target penjualan alat berat UNTR sebanyak 2.500 unit tahun ini," ujar Chief Corporate Communication ASII, Arief Istanto dalam jumpa pers di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Selasa (12/5/2009).
Arief mengatakan, pasar penjualan alat berat nasional tahun ini bakalan menurun tajam bila dibandingkan dengan tahun 2008. Tahun lalu, pasar alat berat nasional mencapai 10 ribu unit, namun tahun ini diperkirakan turun 50% menjadi 5 ribu
unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah tersebut, Arief melanjutkan, porsi penjualan alat berat sektor pertambangan akan sebesar 70%. Sisanya kehutanan, perkebunan dan konstruksi sebesar 30%.
"Tahun ini porsi penjualan alat berat akan difokuskan di sektor pertambangan, sekitar 70% dari target unit alat berat tahun ini," katanya.
Menurut Arief, sepanjang triwulan I-2009, penjualan alat berat perkebunan menurun paling tajam. Kehutanan juga menurun cukup besar. Konstruksi turun tipis.
"Namun pertambangan meningkat cukup besar menjadi 73% porsi penjualannya," jelas Arief.
Menurut Arief, perlambatan ekonomi telah menyebabkan beberapa sektor industri membatasi rencana pembelian alat berat di tahun ini. Oleh sebab itu, perseroan akan memfokuskan penjualan alat berat di sektor pertambangan tahun ini.
"Untuk pertambangan, kelihatannya penurunan harga justru mendorong para pelaku usaha di sketor ini terus menerus melakukan penggalian untuk mencadangkan komoditasnya. Tujuannya, ketika harga-harga kembali naik, mereka bisa melempar ke pasar di harga yang bagus," jelas Arief.
Bidik Akuisisi 2 Tambang Batubara
Tahun ini, UNTR juga sedang mengincar akuisisi 2 tambang batubara di wilayah Kalimantan. Melalui akuisisi ini, perseroan mengharapkan dapat peningkatan produksi hingga 1 juta ton per tahun.
"Kita akan meminta persetujuan dari Bapepam dulu, tunggu saja tahun ini pokoknya kita ingin ada dua tambang. Target kita bisa meningkatkan produksi hingga 1 juta ton dari sekarang yang 3 juta ton," kata Arief.
(dro/qom)











































