Menurut Direktur Keuangan BTEL, Jastiro Abi, penurunan laba bersih triwulan 1/2009 sebesar Rp 21,4 miliar dari menjadi Rp 5,7 miliar dari sebelumnya Rp 27,4 miliar. Sedangkan kerugian kurs yang dialami perusahaan mencapai Rp 14,2 miliar.
"Kami telah melakukan hedge untuk utang kita yang di Credit Suisse sebesar US$ 145 juta agar meminimalisasi kerugian kurs nantinya," kata Jastiro dalam jumpa pers di Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Selasa (12/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"kalau tidak ada kerugian kurs kinerja kita mungkin akan lebih baik. Mungkin kita nantinya juga melakukan pembelian dolar jika murah atau bayar waktu murah," ujarnya.
Jastiro menambahkan, perseroan yang telah membukukan pelanggan hingga akhir Maret 2009 mencapai 8 juta ini telah melakukan penjajakan komitmen (vendor financing) sebesar US$ 150 juta untuk tiga tahun dari Huawei.
Oleh karena itu, diharapkan pada masa berikutnya, kinerja perseroan bisa lebih ditingkatkan lagi. Disamping dukungan dari hasil penjualan menara yang diprediksikan mulai Juni 2009, BTEl akan mendapatkan dana pembayaran.
"Jadi nanti setiap tahun kita akan dapat sekitar US$ 50 juta kalau beli," ujarnya.
Namun sangat disayangkan, perusahaan jasa telekomunikasi ini tidak akan membagikan deviden kepada pemegang sahamnya. Alasannya, perusahaan akan lebih fokus untuk melakukan ekspansi usaha.
(dro/qom)











































