Menurut Direktur Keuangan Excel Wim Timmermans, pemegang saham perseroan sudah memberi komitmen untuk melakukan injeksi modal sebesar US$ 300-600 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk membayar utang juga memenuhi belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun ini.
"Komitmen pemegang saham minimal US$ 300 juta, maksimal US$ 600 juta. Itu cukup untuk bayar utang. Kalau tahun ini belum bisa dapat, kita cari additional loan US$ 150 juta," katanya di sela jumpa pers di Menara Prima, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (12/5/2009).
Namun begitu, ia mengatakan komitmen para pemegang saham sangat kuat walau rencana tersebut masih dalam pengkajian. Injeksi modal tersebut bisa dilakukan melalui rigth issue (penerbitan saham baru) atau penerbitan mandatory convertible bond (MCB).
"Mereka (pemegang saham) sudah komit, tapi caranya bagaimana itu masih dikaji. Timingnya terserah mereka, tapi yang pasti tidak di semester satu (2009)," ujarnya.
Ia mengatakan, posisi jumlah utang perusahaan telekomunikasi swasta tersebut saat ini mencapai Rp 19,9 triliun. Sementara utang yang jatuh tempo tahun ini sebesar US$ 130 juta.
(ang/qom)











































