Pergerakan IHSG pada Selasa (12/5/2009) sangat fluktuatif. IHSG sempat melemah cukup tajam hingga di bawah level 1.800, tepatnya berada di titik terendah di 1796,945. Namun mendekati penutupan perdagangan, IHSG secara perlahan bergerak positif.
Pada perdagangan Selasa, IHSG akhirnya ditutup menguat 11,281 (0,62%) ke level 1842,022. Data penutupan perdagangan sempat mengalami perubahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ternyata data tersebut tidak sesuai dengan di Bursa Efek Indonesia. Data yang benar dari BEI adalah IHSG ditutup menguat hingga 11,281 poin (0,62%).
"Dari BEJ-nya salah data," ujar petugas dari RTI saat dihubungi detikFinance.
Berdasarkan data yang dikutip dari BEJ, perdagangan di seluruh pasar berjalan cukup ramai dengan frekuensi hingga 147.563 kali transaksi pada volume 14,184 miliar lembar saham senilai Rp 6,195 triliun. Sebanyak 119 saham naik, 77 saham turun dan 60 saham stagnan.
Saham-saham grup Bakrie masih berjaya dan mayoritas mencatat kenaikan harga seperti Bumi Resources (BUMI) naik Rp 175 menjadi Rp 2175, Energi Mega Persada (ENRG) naik hingga Rp 85 menjadi Rp 435, Bakrie Telecom (BTEL) naik Rp 12 menjadi Rp 141, Bakrieland Development (ELTY) naik Rp 45 menjadi Rp 270, Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) naik Rp 50 menjadi Rp 880, Bakrie & Brothers (BNBR) naik Rp 1 menjadi Rp 94.
Saham-saham lain yang mencatat kenaikan harga antara lain, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 140 menjadi Rp 2050, Barito Pacific (BRPT) naik Rp 250 menjadi Rp 1370, PGN (PGAS) naik Rp 100 menjadi Rp 2725, BCA (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 3.225.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di jajaran top losers antara lain Mitra Rajasa (MIR) turun Rp 10 menjadi Rp 760, Inco turun Rp25 menjadi Rp 3825, Astra International (ASII) turun Rp 450 menjadi Rp 19.300, BRI (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 5850. (qom/lih)











































