XL Rugi Rp 306 Miliar Akibat Rugi Kurs di Triwulan I-2009

XL Rugi Rp 306 Miliar Akibat Rugi Kurs di Triwulan I-2009

- detikFinance
Selasa, 12 Mei 2009 18:12 WIB
XL Rugi Rp 306 Miliar Akibat Rugi Kurs di Triwulan I-2009
Jakarta - Perusahaan telekomunikasi, PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) mengalami rugi bersih sebesar Rp 306 miliar pada triwulan pertama 2009 atau anjlok dari periode yang sama 2008 dimana perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 320 miliar.

Menurut Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi, kerugian ini disebabkan rugi kurs dan beban bunga pinjaman. Kerugian selisih kurs (realized and unrealized) sekitar Rp 643 miliar dan beban bunga pinjaman sebesar Rp 383 miliar. Tanpa pengaruh selisih kurs yang belum terealisasi, normalized net income XL adalah sebesar Rp 14 miliar.

"XL mengalami kerugian bersih sebesar Rp 306 miliar dikarenakan oleh depreasiasi rupiah terhadap US$ dan bertambahnya hutang berbunga yang menimbulkan kerugian selisih kurs," katanya dalam jumpa pers di Menara Prima, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (12/5/2009),

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, XL juga mencatat peningkatan pendapatan sebesar 10% dibandingkan dengan triwulan pertama 2008 yang sebesar Rp 2,7 triliun menjadi Rp 2,926 triliun.

"Kenaikan ini didorong jumlah outgoing minutes sebesar Rp 19,9 miliar atau naik 263%," katanya.

Pertumbuhan pendapatan ini juga diperkuat oleh kenaikan pendapatan bisnis penyewaan menara sebesar 682%.

Sedangkan EBITDA menurun 2% menjadi Rp 1,113 triliun pada kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2009 dengan EBITDA marjin sedikit menurun menjadi 38% sebagai dampak dari penambahan sewa lokasi dan menara telekomunikasi daripada membangunnya sendiri.

Jumlah pelanggan XL meningkat 39% dari 18,4 juta di triwulan pertama 2008 menjadi 24,9 juta di triwulan pertama 2009. Jumlah ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan triwulan keempat 2008 yaitu 26 juta.

"Namun, jumlah pelanggan prepaid revenue generating subscriber base (prepaid RGB) mengalami peningkatan 34% dari 15,9 juta pelanggan di kuartal pertama 2008 menjadi 21,3 juta pelanggan di triwulan pertama 2009," katanya.

Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, jumlah pelanggan per kuartal pertama 2009 sedikit lebih rendah dibanding akhir tahun 2008 namun jumlah pelanggan prepaid RGB justru meningkat 2% yaitu 20,9 juta pelanggan.

Prepaid revenue generating subscriber base (prepaid RGB) adalah jumlah pelanggan dalam kurun waktu satu bulan yang menggunakan satu atau lebih dari satu layanan XL (panggilan percakapan, SMS, ataupun penggunaan layanan tambahan).

XL lebih memusatkan perhatian pada peningkatan RGB daripada jumlah total pelanggan. Jumlah total pelanggan tidak hanya mencakup pelanggan aktif tetapi juga pelanggan yang berada pada masa tenggang.

Sepanjang triwulan pertama 2009, XL telah menambah 503 BTS (2G/3G) secara nasional sehingga secara keseluruhan terdapat 17.232 BTS (2G/3G) pada akhir periode ini.

Karena program perluasan dan peningkatan kapasitas telah diselesaikan di tahun 2007 dan 2008, maka fokus utama XL tahun ini adalah pada program perluasan yang lebih spesifik. Karena itu dana belanja modal di tahun 2009 akan lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2008, dengan estimasi dana yang akan dikeluarkan untuk membayar capex sekitar US$ 600-650 juta, dimana jumlah ini juga termasuk pembayaran untuk capex tahun 2008 yang pembayarannya jatuh tempo di tahun 2009.

Pada bulan Maret 2009, XL menandatangani perjanjian pinjaman tahap kedua dengan Export Credit Agency (EKN) dari Swedia senilai US$ 214 juta untuk pembelian peralatan Ericsson dari Swedia dan Indonesia, dimana US$ 124 juta telah dicairkan pada akhir bulan Maret.

Pada pertengahan bulan April 2009, XL juga membeli kembali obligasi US$ sebesar US$ 3,6 juta dengan kupon 7,125% guaranteed notes yang akan jatuh tempo pada tahun 2013, dikeluarkan oleh Excelcomindo Finance Company B.V, menjadikan total nominal obligasi sekitar US$ 124 juta.

Sehubungan dengan bisnis penyewaan menara XL, jumlah lokasi menara yang telah disewa meningkat 159% dari 1.344 di triwulan pertama 2008 menjadi 3.478 di tahun ini. Pendapatan penyewaan menara juga meningkat 682% dari Rp 18 miliar di triwulan pertama 2008 menjadi Rp 142 miliar di periode kali ini.

(lih/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads