Pada perdagangan Rabu (13/5/2009), investor diprediksi masih akan fokus pada saham-saham komoditas. Apalagi kemarin harga minyak mentah dunia sempat menembus US$ 60 per barel dan diharapkan bisa menjadi sentimen pemacu kenaikan saham-saham pertambangan.
Kemarin kontrak utama minyak light pengiriman Juni sempat menembus hingga US$ 60,08 per barel, sebelum akhirnya ditutup naik 35 sen menjadi US$ 58,85 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Juni juga naik 46 sen menjadi US$ 57,94 per barel. Lonjakan harga minyak terjadi setelah dolar AS melemah cukup tajam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pergerakan bursa regional yang masih ragu-ragu dan serangan profit taking setelah penguatan yang tajam membuat langkah penguatan IHSG bisa tersandung.
Kemarin Wall Street ditutup cukup variatif. Investor masih ragu-ragu apakah kini sudah saatnya untuk meraup lagi portofolio-portofolio saham.
"Kita benar-benar berada di tebing dan orang tidak bisa memutuskan apakah masih ada ruang tersisa untuk rally ataukah kita sudah menetapkan harga sehingga siap untuk aksi jual," ujar Warren Simpson, analis dari Stephens Capital Management seperti dikutip dari Reuters.
Pada perdagangan Selasa (12/5/2009), indeks Dow Jones industrial average ditutup naik tipis 50,34 poin (0,60%) ke level 8.469,11. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 0,89 poin (0,10%), sementara Nasdaq justru turun 15,32 poin (0,88%) ke level 1.715.92.
Penguatan tipis Wall Street itu langsung diikuti oleh bursa Tokyo. Pada perdagangan hari ini, indeks Nikkei-225 dibuka langsung menguat 45,24 poin (0,49%) ke level 9.343,85.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Optima Securities:
Indeks berhasil naik tipis 11 poin (0,6%) ke posisi 1.842 khususnya ditopang sektor pertambangan, infrastruktur dan properti yang menguat di atas 2%. Saham grup Bakrie masih menjadi favorit. Arah bursa bakal mengikuti sentimen komoditas di kisaran 1.780-1.880 dengan saham pilihan: ENRG, TINS, ANTM, HEXA dan TLKM.
e-Trading Securities:
Saham group Bakrie kembali menjadi pengerak pasar. IHSG yang sempat terkoreksi lebih dari 1,8% kemarin ditutup menguat 0,6% dengan saham ENRG yang meningkat ke level AR atas +24% dan ELTY +20% sementara pilar terbesar dari emperor ini BUMI hanya naik 8,7% menjadi Rp2.175. ENRG yang dirumorkan produksi minyaknya naik dari 10.000 bopd menjadi 16.000 bpod menjadi sentimen positif ke pasar. Namun saya melihat sentimen lebih di bawa dari potensi right issue yang akan di lakukan perusahaan di bulan juni ini. Berdasarkan kewajiban dari kreditor Credit Suisse perseroan diwajibkan untuk melakukan minimum $ 150 juta (Rp 1,5 triliun) right issue sebelum 30 juni 2009 terkait utang $ 450juta dari Credit Suisse. Ini di syaratkan untuk menjaga ratio DER perusahaan.
Kita melihat sentimen di konter Bakrie masih kuat dan membuat kita untuk melihat saham mana lagi yang masih berpotensi mengejar level tertinggi nya. Rekomendasi kita adalah BNBR dan DEWA, karena potensi penguatan terbesar dan peningkatan dari level terendah terkecil. (qom/qom)











































