BUMI yang Makin Atraktif

Rekomendasi Saham

BUMI yang Makin Atraktif

- detikFinance
Rabu, 13 Mei 2009 10:15 WIB
BUMI yang Makin Atraktif
Jakarta - Semenjak pasar saham membaik, saham kelompok Bakrie terutama BUMI kembali menunjukkan taringnya. Kenaikan saham BUMI ini seperti ingin 'membalas' kejatuhan harga sahamnya ketika krisis yang sempat mencapai level Rp 600.

Pada perdagangan Rabu (13/5/2009), saham BUMI masih bergerak atraktif. Pada pukul 10.10 waktu JATS, saham BUMI tercatat naik Rp 75 menjadi Rp 2.250.

Berikut catatan CIMB Trader untuk saham BUMI:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendapatan BUMI merupakan yang paling sensitif terhadap pergerakan harga batubara global di JCI karena hingga saat ini baru 50% telah dikontrak (vs 20- 30% rata-rata industri). Sedangkan biaya BUMI flexible dan sebagian besar variable cost (kontraktor, strip ratio dan diesel).

Kami memperkirakan biaya akan turun musim panas ini dan harga batubara akan rebound sehingga BUMI diuntungkan. Meskipun upside harga FY09 terbatas karena harga di Jepang ($70) hampir sama dengan harga saat ini ($63), harga FY10 kemungkinan akan naik ke sekitar $80/ton. Pergerakan harga batubara 5% akan menaikan EPS kami sebesar 15%.

Peraturan pemerintah yang mengijinkan pertambangan bawah tanah akan berdampak positif terhadap aset BUMI, seperti Herald Resources (Dairi Prima, tambang karbon dan seng), Citra Palu Mineral (emas) dimana keduanya berada pada hutan lindung. Kami melihat kemungkinan explorasi yang lebih cepat sehingga menciptakan katalis baru.

Tidak ada garansi masalah hutang dan repo sudah selesai sepenuhnya, namun keadaan terburuk mungkin sudah berlalu. Risk aversion yang sudah mulai pudar menguntungkan saham group Bakrie, termasuk BUMI. Dengan kenaikan harga saham yang lebih cepat, maka masalah repo akan selesai lebih cepat juga. Apabila melihat data trading dan EPFR, mayoritas dilakukan oleh trader lokal sehingga kecil kemungkinan terjadi foreign panic selling apabila terjadi global shock.

BUMI setiap hari sekitar 20-25% transaksi harian, salah satu faktor karena telah masuk ke dalam daftar margin. Investor repo juga sepertinya ingin menutup kerugian mereka.

Kami mempertahankan rating Bumi Resources (BUMI) dengan rating TRADING BUY dengan target harga Rp2600 (dari sebelumnya Rp1400) dengan menggunakan metode P/E (10x forward PE yang merupakan rata-rata Asian coal) dari sebelumnya metode DCF. Harga baru ini merupakan 13% premium dari DCF, yang lebih merefleksikan momentum saat ini. Meskipun telah rally, saham BUMI masih lagging karena sangat oversold sebelumnya.

Kepemilikan asing di BUMI sudah berkurang jauh, dan BUMI paling sensitif terhadap harga batubara global dibandingkan industri sehingga potensi naiknya harga energi musim panas ini menjadi katalis. Kami menaikan EPS FY09-11 sebesar 13-18% dengan asumsi ASP lebih tinggi dan biaya lebih rendah. Apabila tidak ada consensus earning upgrade, valuasi tinggi ada pada 12x fwd PER yang mengindikasikan harga Rp3300. Sejauh ini belum terlihat major earning upgrade, meskipun ekspektasi sudah lebih baik. Risiko utama ada pada perkembangan politik.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads