Â
Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2009).
Â
"Dibanding awal 2008, nilai tukar rupiah pada kuartal I-2009 mengalami depresiasi, sementara dibandingkan dengan awal 2009, nilai tukar rupiah pada kuartal I-2009 mengalami apresiasi," tuturnya.
Â
Sri Mulyani mengatakan, nilai tukar rupiah saat ini sudah mulai cenderung stabil dengan cadangan devisa yang memadai dan kerjasama BSA (Bilateral Swap Arrangement) yang memberikan confidence atau kepercayaan kepada para pelaku pasar
Â
"Di tengah kondisi krisis, nilai tukar di emerging market mengalami depresiasi terhadap dolar AS, tapi hari ini mulai menguat dan secara teoritis memang seharusnya dolar AS melemah karena krisis yang terjadi di negara tersebut," pungkasnya.
Berdasarkan data Bank Indonesia, selama April 2009, nilai tukar rupiah secara rata-rata terapresiasi sebesar 7,3% dari Rp11.827 per dolar AS menjadi Rp11.026 per dolar AS.
(dnl/qom)










































