Astra Agro Cari Pendanaan Eksternal US$ 150 Juta

Astra Agro Cari Pendanaan Eksternal US$ 150 Juta

- detikFinance
Rabu, 13 Mei 2009 17:30 WIB
Astra Agro Cari Pendanaan Eksternal US$ 150 Juta
Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sedang menjajaki pendanaan eksternal dari
beberapa bank asing hingga US$ 150 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk
mendanai pembangunan pabrik dan modal kerja.

"Kami sedang menjajaki kemungkinan melakukan fund raising sebesar US$ 100-150
juta," ujar Direktur Utama AALI, Widya Wiryawan usai RUPS Tahunan di Gran Melia, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu (13/5/2009).

Widya mengatakan perseroan sedang mengkaji sejumlah opsi guna memenuhi kebutuhan dana tersebut. Salah satunya, perseroan sedang menjajaki pinjaman dengan beberapa bank asing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapa bank yang sedang dijajaki. Kemungkinan finalnya Juni. Besarannya
sedang dibahas. Kami juga sedang membahas opsi lain," ujarnya.

Dana tersebut, ia melanjutkan, akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana
berbagai rencana perseroan dalam mengembangkan usahanya ke depan.

"Ada untuk bangun pabrik, modal kerja, juga pengembangan lahan, dan sebagainya,"
ujarnya.

Sayangnya, ia tidak merinci lebih detil soal penggunaan dana tersebut. Widya
hanya menyebutkan, perseroan sedang berencana membangun 2 pabrik baru di
Kalimantan dan Sulawesi.

Saat ini perseroan sedang menyelesaikan pembangunan 1 unit pabrik kelapa sawit
di Kalimantan dengan kapasitas 45 ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam dan pabrik pengepresan kernel berkapasitas 100 ton kernel per hari di Jambi.

"Rencana kami akan membangun 2 pabrik baru tahun ini. Dana pembangunan 1 pabrik minimal US$ 10 juta," ujarnya.

Widya mengatakan, saat ini lahan perseroan yang belum digarap seluas 57.000
hektar. Menurut Widya, untuk pengembangan lahan tersebut juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Namun ia belum dapat memberikan angka pastinya.

"Angkanya belum. Tapi untuk mengembangkan lahan 57 ribu hektar tersebut, harus
membangun 3 hingga 4 pabrik lagi. Dua sudah kita rencanakan," ujarnya.

Kendati Widya tidak menyebutkan rincian kebutuhan dana perseroan untuk berbagai
rencana tersebut, namun total dana yang dibutuhkan perseroan sebesar US$ 100-150 juta.

Dan saat ini perseroan sedang menjajaki opsi pinjaman bank asing guna memenuhi
kebutuhan tersebut.

(dro/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads