"Dot ini tanda kalau tidak bisa ngomong, tidak bisa berfikir dewasa dan tidak menghiraukan nasabahnya. Selain itu dot ini juga sebagai tanda kalau dana nasabah dihisap," kata Sri Gayatri kepada wartawan di sela-sela aksinya di depan Kantor Bank Century cabang Jalan Panglima Sudirman, Surabaya, Jumat (15/5/2009).
Dalam askinya kali ini, Gayatri bersama nasabah lainnya tidur dan duduk di depan kantor Bank Century di Jalan Panglima Sudirman Surabaya. Selain itu Gayatri juga berjoget sambil meminum air di dalam dot berukuran besar itu. Gayatri dan nasabah bank lainnya tidak diperbolehkan masuk oleh pihak security bank tersebut yang bersiaga dan membentuk barisan di kantor bank
tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi Gayatri membuat para pengendara yang melintasi Jalan Panglima Sudirman mengurangi laju kendaraannya karena melihat ulah Gayatri yang sedang minum dengan menggunakan dot besar sambil berjoget. Arus lalu lintas juga sempat terganggu ketika Gayatri meninggalkan lokasi kantor Cabang Bank Century menumpang mobil Honda Stream nomor polisi M 2581 A.
Selama ini Gayatri terus melakukan aksi hebohnya seperti menginap di kantor Bank Century. Ia menginap sambil membawa selimut berbulu dan boneka berukuran besar. Kemudian ia juga pernah menggelar aksi membuat rujak di kantor tersebut untuk menunjukkan dirinya tak punya uang lagi sehingga harus
berjualan rujak. Terakhir, ia berjoget di atas mobil Honda Stream ala koboi dan beberapa aksi lainnya.
Meski aksinya dianggap seperti orang gila, Gayatri tetap melakukannya demi
mendapatkan kepastian pengembalian dananya sebesar Rp 67 miliar yang
tersimpan di Bank Century-Antaboga.
(bdh/lih)











































