Pre-Opening BEI Dibuka Kembali Khusus Saham LQ-45

Pre-Opening BEI Dibuka Kembali Khusus Saham LQ-45

- detikFinance
Senin, 18 Mei 2009 06:55 WIB
Pre-Opening BEI Dibuka Kembali Khusus Saham LQ-45
Jakarta - Setelah 7 bulan, Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana membuka kembali perdagangan pra pembukaan (pre-opening) pada perdagangan hari ini, Senin (18/5/2009). Pre-opening khusus saham-saham yang masuk daftar 45 saham terlikuid versi BEI (LQ-45).

"Sesi pra pembukaan (pre-opening) untuk perdagangan efek bersifat ekuitas akan dibuka kembali pada hari Senin tanggal 18 Mei 2009," ujar Direktur Utama BEI,
Erry Firmansyah dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip detikFinance, Senin (18/5/2009).

Penutupan pre-opening diberlakukan BEI sejak pembukaan perdagangan Senin 13 Oktober 2008, seiring kejatuhan pasar saham. Pre-opening terakhir kali diberlakukan pada hari ketika seluruh perdagangan di BEI dihentikan total (suspensi BEI) pada 8 Oktober 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pre-opening adalah perdagangan yang dilakukan selama 1 menit pertama pada pukul 09.25 hingga 09.26 JATS. Transaksi yang dilakukan selama periode pre-opening berpengaruh pada pembentukan harga-harga saham tertentu sekitar 60-65 emiten teratas.

Transaksi yang terjadi pada pre-opening cukup berpengaruh pada gerak IHSG ketika pasar dibuka pukul 09.30 JATS.

Setelah 7 bulan transaksi di bursa tanpa pre-opening, BEI akhirnya memutuskan membuka kembali pada perdagangan hari ini. Jika biasanya pre-opening dibuka bagi 60-65 saham teratas, dalam pembukaan pre-opening kali ini, khusus dibuka bagi saham-saham yang masuk daftar 45 saham terlikuid versi BEI (LQ-45).

"Sesi pre-opening hanya berlaku untuk saham-saham yang masuk dalam daftar saham indeks LQ-45," jelas Erry.

Berikut daftar saham LQ-45:
  1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
  2. PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
  3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
  5. PT Astra International Tbk (ASII).
  6. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
  7. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
  8. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
  9. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
  10. PT BISI Internasional Tbk (BISI).
  11. PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA).
  12. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
  13. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).
  14. PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII).
  15. PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
  16. PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
  17. PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN).
  18. PT Ciputra Development Tbk (CTRA).
  19. PT Elnusa Tbk (ELSA).
  20. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).
  21. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
  22. PT Indika Energy Tbk (INDY).
  23. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).
  24. PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP).
  25. PT Indosat Tbk (ISAT).
  26. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
  27. PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
  28. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
  29. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
  30. PT PP London Sumatera Tbk (LSIP).
  31. PT Medco Energi International Tbk (MEDC).
  32. PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA).
  33. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
  34. PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).
  35. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
  36. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO).
  37. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
  38. PT Semen Gresik Tbk (SMGR).
  39. PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA).
  40. PT Timah Tbk (TINS).
  41. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
  42. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).
  43. PT United Tractors Tbk (UNTR).
  44. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
  45. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).
 
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads