Setelah digoyang spekulasi saham-saham grup Bakrie pada pekan lalu, investor saham akan kembali rasional dengan mencari saham-saham yang aman.
Pelaku pasar akan mulai mencari keseimbangan baru dengan melirik lagi saham-saham di luar Bakrie dan pertambangan seperti infrastruktur pada perdagangan saham Senin (18/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Nikkei Jepang pada Senin pagi ini dibuka melemah 97,97 poin (1,05%) menjadi 9.167,05. Nikkei mengikuti kejatuhan saham-saham di Wall Street pada akhir pekan lalu. Pelemahan terutama dipicu oleh anjloknya saham-saham sektor energi akibat turunnya harga minyak dunia.
Pada penutupan perdagangan Jumat (15/5/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 62,68 poin (0,75%) ke level 8.268,64. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 10,19 poin (1,14%) ke level 882,88. Nasdaq turun 9,07 poin (0,54%) je kevel 1,680,14.
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Jumat (15/5/2009) terpangkas 34,089 poin (1,91%) menjadi 1.750,914.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas
Optima Securities
Indeks terkoreksi cukup dalam 34 poin atau 1,9% kelevel 1.750 di tengah bursa regional yang menguat serta data GDP kuartal I 2009 yang cukup bagus sebesar 4,4%. Data GDP tersebut memberikan optimisme secara fundamental sehingga koreksi yang terjadi saat ini merupakan panic selling terhadap saham grup Bakrie karena memang sudah fully overbought sejak lama.
Indeks juga mengalami overbought dan sedang mencari keseimbangan baru pada middle Bollinger band. Jika indeks sudah berada jauh di bawah middle band maka pembelian secara agresif bisa dilakukan karena akan memberikan reward yang sangat menarik. Dari Fibbo 61,8% level 1.680 merupakan support untuk mulai akumulasi. Arah indeks masih menunjukan tren pelemahan dengan kisaran: 1.650-1.870 sementara saham pilihan yakni: SMGR, UNTR, UNVR dan BUMI.
Panin Sekuritas
Meski pekan lalu indeks bergerak melemah, akan tetapi kami melihat indeks masih berada dalam uptrend, yang dimulai sejak awal Maret 2009. Kami menilai penurunan indeks akibat profit taking ini masih cukup wajar. Dibandingkan bursa regional Asia lainnya, IHSG memang bergerak naik lebih cepat dalam rally bullish 1,5 bulan terakhir. Rally naik ini lebih didorong oleh antusiasme beli dari pemodal ritel lokal yang melihat mulai masuk kembalinya investor/dana asing sebagai indikasi dari pulihnya perekonomian global.
Pekan ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed/flat dimana investor juga akan melihat perkembangan politik menjelang pilpres serta makroekonomi global. Perkiraan kisaran support-resistance pekan ini 1.692-1.820. eTrading Securities
Saham-saham yang bergerak cepat terjun bebas pada akhir pekan kemarin akibat dari panik selling. BNBR -16%, ENRG -25%, DEWA -17%, BUMI -8% ELTY-10%,UNSP -12%, TRUB -15%, CPRO -10% dan HEXA -10%. Sekarang orang kembali bertanya apakah ini bear-market-rally? Fundamental dan ekonomi kita belum bankit dari titik terendahnya, ini hanya recover sentimen menurut saya. Untuk men-support kenaikan harga saham kita perlu data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan.
Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak ke selatan, setelah JCI gagal menembus level 1.900 dan berbalik arah bahkan sempat menembus level support kita 1.720 di tengah sesi kemarin. IHSG cenderung bergerak dan memotong MA-20 support yang baru untuk IHSG menurut kita adalah dilevel 1.640.
Dari sisi sentiment: Market masih akan terus tertekan oleh panik selling, saran saya supaya investor memanfaatkan peluang panik selling di perdagangan sesi pertama ini sebagai peluang untuk buy at today’s lowest sentiment Dan di harapakan bisa menjual nya pada harga stabilitas sentiment yang lebih tinggi di sesi kedua (Buy On Weakness). (ir/ir)











































