AIG mengumumkan rencananya untuk mencatatkan sahamnya di bursa Asia, meski tidak disebutkan secara spesifik di bursa mana. IPO ini akan tergantung pada kondisi pasar dan persetujuan dari regulator.
"Kami terus mempertimbangkan seluruh opsi strategis melalui proses yang tegas, terstruktur dan disiplin. Pada tahapan ini, kami percaya bahwa IPO AIA akan menjadi kepentingan yang terbaik bagi para pemangku kepentingan termasuk pembayar pajak AS, pengambil kebijakan, karyawan dan partner distribusi," jelas Edward Liddym chairman dan chief executive officer AIG seperti dikutip dari Reuters, Senin (18/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AIG sebelumnya berniat menjual 20% saham AIA untuk IPO-nya, atau berarti senilai US$ 4 miliar yang setara dengan sekitar Rp 40 triliun. AIG kini sedang dalam proses memilih koordinator global dan book runners untuk IPOI. Proses ini akan dikelola oleh Blackstone Group, yang merupakan penasihat keuangan global AIG dan penasihat IPO AIG Group.
(qom/ir)











































