"JORR adalah sumber pendapatan penting bagi JSMR, karena jalan tol di daerah Jakarta mengkontribusi 76% pendapatan JSMR. Dari 9 jalan tol dari JORR 1, hanya JORR w1 dan w2 Utara yang masih in progress," kata analis CIMB Liliana S Bambang dalam risetnya, Senin (18/5/2009).
Target penyelesaian JORR w1 adalah November 2009 dan w2 Utara adalah 2011. Penyelesaian ruas w2 Utara akan menaikkan traffic volume pada JORR w1 sebesar 2 kali lipat. Pembebasan lahan pada ruas Cengkareng-Kunciran serta Kunciran-Serpong untuk JORR 2 masih in progress.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Katalis berikutnya adalah penyelesaian JORR, dimana kontribusinya sekitar 50% dari added value JSMR.
Â
CIMB juga mencatat rencana stimulus infrastruktur pemerintah hingga sejauh ini belum banyak terlihat, meskipun ada komitmen dan regulasi yang mendukung.
Kondisi jalan di Jakarta sudah sangat macet, sekitar 94% dari jalan di Jakarta melampaui kapasitas. Pembangunan jalan di Indonesia hanya sekitar 0,01 persen per tahun. Dengan projek transportasi lain seperti monorail dan MRT, pemda seperti kehilangan insentif untuk membebaskan lahan untuk mengembangkan jalan tol. MRT direncanakan selesai pada 2016, dengan basic design selesai pada tahun 2009
Â
CIMB menurunkan rating Jasa Marga (JSMR) dari outperform menjadi underperform dengan target harga tetap di Rp 1.100, dengan WACC 13,2 sampai 13,7 persen, LTG 5%. Akuisisi terakhir JSMR atas 6 ruas tol baru telah 'priced-in'. Sementara risk appetite investor lebih ke arah high beta dan high growth companies, sehingga investor cenderung menurunkan porsi portfolio pada saham-saham defensive.
"Kami masih menunggu katalis berikutnya bagi JSMR, seperti regulasi jalan tol yang lebih baik serta penyelesaian pembebasan lahan untuk JORR w1 dan w2 utara," katanya.
Konsolidasi bawah: minor Rp 1.280, mayor Rp 1.120
Konsolidasi atas: minor Rp 1.350, mayor Rp 1.420
(ir/qom)











































