JORR Urat Nadi Jasa Marga

Rekomendasi Saham

JORR Urat Nadi Jasa Marga

- detikFinance
Senin, 18 Mei 2009 10:54 WIB
JORR Urat Nadi Jasa Marga
Jakarta - Investor masih menunggu penyelesaian beberapa ruas jalan tol yang digarap PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Keterlambatan dalam penyelesaian ruas jalan Jakarta Outer Ring Road (JORR) akan negatif untuk JSMR karena JORR merupakan urat nadi pendapatan perusahaan.

"JORR adalah sumber pendapatan penting bagi JSMR, karena jalan tol di daerah Jakarta mengkontribusi 76% pendapatan JSMR. Dari 9 jalan tol dari JORR 1, hanya JORR w1 dan w2 Utara yang masih in progress," kata analis CIMB Liliana S Bambang dalam risetnya, Senin (18/5/2009).

Target penyelesaian JORR w1 adalah November 2009 dan w2 Utara adalah 2011. Penyelesaian ruas w2 Utara akan menaikkan traffic volume pada JORR w1 sebesar 2 kali lipat. Pembebasan lahan pada ruas Cengkareng-Kunciran serta Kunciran-Serpong untuk JORR 2 masih in progress.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JSMR akan mendapat hak menjadi pemegang saham mayoritas pada JORR w1. "Keterlambatan dalam penyelesaian JORR menurut kami akan negatif untuk JSMR karena kontribusinya saat ini. Dari hasil cross check kami, proses pembebasan lahan berjalan sangat lambat, sehingga prediksi kami baru akan selesai pada 2011," ujarnya.

Katalis berikutnya adalah penyelesaian JORR, dimana kontribusinya sekitar 50% dari added value JSMR.
 
CIMB juga mencatat rencana stimulus infrastruktur pemerintah hingga sejauh ini belum banyak terlihat, meskipun ada komitmen dan regulasi yang mendukung.

Kondisi jalan di Jakarta sudah sangat macet, sekitar 94% dari jalan di Jakarta melampaui kapasitas. Pembangunan jalan di Indonesia hanya sekitar 0,01 persen per tahun. Dengan projek transportasi lain seperti monorail dan MRT, pemda seperti kehilangan insentif untuk membebaskan lahan untuk mengembangkan jalan tol. MRT direncanakan selesai pada 2016, dengan basic design selesai pada tahun 2009
 
CIMB menurunkan rating Jasa Marga (JSMR) dari outperform menjadi underperform dengan target harga tetap di Rp 1.100, dengan WACC 13,2 sampai 13,7 persen, LTG 5%. Akuisisi terakhir JSMR atas 6 ruas tol baru telah 'priced-in'. Sementara risk appetite investor lebih ke arah high beta dan high growth companies, sehingga investor cenderung menurunkan porsi portfolio pada saham-saham defensive.

"Kami masih menunggu katalis berikutnya bagi JSMR, seperti regulasi jalan tol yang lebih baik serta penyelesaian pembebasan lahan untuk JORR w1 dan w2 utara," katanya.

Konsolidasi bawah: minor Rp 1.280, mayor Rp 1.120
Konsolidasi atas: minor Rp 1.350, mayor Rp 1.420

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads