Lelang Kursi AB Tunggu RUPS BEI

Lelang Kursi AB Tunggu RUPS BEI

- detikFinance
Senin, 18 Mei 2009 11:01 WIB
Lelang Kursi AB Tunggu RUPS BEI
Jakarta - Kelanjutan proses lelang dua kursi anggota bursa (AB/sekuritas/broker) akan kembali digelar setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bursa Efek Indonesia yang akan digelar pada 24 Juni 2009. Para AB peserta lelang dinilai tidak serius.

"Lelang AB kita tunda dulu sampai RUPS Tahunan BEI," ujar Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan BEI, Guntur Pasaribu di kantornya, SCBD, Jakarta, Senin (18/5/2009).

BEI telah dua kali mengadakan lelang AB, yaitu pada November dan Desember 2008. Peserta yang ikut lelang adalah Evio, Peak, Monex. Satu peserta lainnya, PNM Securities yang sebelumnya juga berencana ikutan menawar kursi AB belum dapat mengikuti pelelangan lantaran belum melengkapi dokumen yang dibutuhkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belum ada nama calon anggota bursa baru yang berminat ikut lelang," ujar Guntur.

Dua kursi AB yang dilelang ini sebelumnya dimiliki PT Patalian Water Securindo dan PT United Asia Securities. Empat perusahaan efek itu sudah lama berminat menjadi anggota bursa dan telah mengajukan permohonan secara tertulis kepada BEI. Perusahaan efek baru diizinkan mengikuti lelang, jika memiliki persyaratan
lengkap dan layak menjadi calon pemegang saham bursa efek.

Persyaratan lelang yang harus dipenuhi perusahaan efek di antaranya telah berizin sebagai perantara pedagang efek dan atau penjamin emisi efek dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Selain itu, perusahaan efek memiliki sumber daya manusia (SDM) dan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) yang memenuhi aturan pasar modal.

Dia mengakui, pihaknya juga belum mempertimbangkan untuk menurunkan harga saham AB. Sebelumnya, harga saham AB ditawarkan BEI senilai Rp 5 miliar.

Pada lelang 1 Desember 2008 lalu, harga satu kursi AB dipatok sekitar Rp 5 miliar, masih sama dengan harga yang ditawarkan pada lelang pertama di bulan November 2008. Sementara kalau mengacu pada price book value satu kursi AB senilai Rp 6,7 miliar dengan nilai nominal saham AB Rp 135 juta.

Namun proses lelang tidak dilanjutkan pada Januari 2009.

"Para peserta lelang kita nilai kurang kesiapan dan tingkat keseriusannya masih kurang. Jadi kita juga menganggap belum terlalu urgent melanjutkan lelang," ujar Guntur.

Selain itu, faktor nilai rata-rata transaksi harian di BEI sejak pembukaan tahun 2009 belum memberikan ruang yang cukup bagi para AB yang sudah terdaftar.

"Kue transaksi harian belum terlalu besar. Ini bisa menganggu kinerja AB yang sudah terdaftar. Tahun 2008 kan banyak AB kita yang merugi. Itu juga salah satu pertimbangan kita mengapa proses lelang belum dilanjutkan, supaya tidak menggerus kinerja para AB," jelasnya.

Menurut Guntur, rata-rata nilai transaksi yang dianggap memadai untuk melanjutkan proses lelang sekitar Rp 4-5 triliun per hari.

"Saat ini kan belum. Memang selama satu bulan terakhir naik cukup besar. Tapi kalau dihitung dari awal Januari masih belum cukup besar. Agar tidak menganggu kinerja AB yang lain, lebih baik kalau kita tunda dulu," ujarnya.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads