"Target dana kelolaan baru tahun ini sekitar Rp 1 triliun," ujar Direktur Utama PT Schroder Investment Management Indonesia Michael Tjoajadi dalam jumpa pers di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Senin (18/5/2009).
Ia mengatakan, total dana kelolaan perseroan hingga April 2009 telah mencapai Rp 24,46 triliun per april 2009 atau naik 19% dibanding periode yang sama tahun 2008. Sebagian besar disumbangkan dari produk reksa dana saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengatakan, target dana kelolaan baru perseroan sebesar Rp 1 triliun dapat dicapai, mengingat kondisi makro ekonomi sudah stabil.
"Pertumbuhan ekonomi cenderung membaik, kondisi ini menarik minat para investor untuk masuk ke Indonesia," ujarnya.
Salah satu upaya perseroan mencapai target tersebut adalah dengan memasarkan produk reksa dana terbarunya yang berbasis syariah bernama Reksa Dana Syariah Balanced Fund.
Produk ini memiliki acuan Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebesar Rp 1.000 per unit pada Senin (18/5). Ia mengatakan, minimal investasi dalam reksa dana baru ini adalah Rp 5 juta dan untuk investasi tambahan (top up) sebesar Rp 1 juta. Sementara biaya pengalihan dikenakan sebesar 0,5% dan biaya pembelian dikenakan sebesar 1,5%.
Perseroan berencana akan menawarkan unit penyertaan Schroder Syariah Balanced Fund secara kontinyu hingga mencapai 1 miliar unit.
"Dan jumlah ini masih bisa ditingkatkan lagi dengan persetujuan dari Bapepam -LK," ujarnya
Bertindak sebagai agen pemasaran reksa dana ini adalah Bank Commonwealth, PT Bank Danamon Tbk, Bank Internasional Indonesia, Royal Bank of Scotland, Standard Chartered Bank, dan Bank UOB Buana. Sedangkan yang bertindak menjadi bank custodian dalam produk ini adalah Deutsche Bank.
(dro/ir)











































