Saham-saham yang berhubungan dengan pemulihan ekonomi seperti konstruksi perumahan, perbankan, energi dan ritel menanjak tajam. Bahkan komentar positif dari broker membuat saham Bank of America menanjak hingga 10% lebih, sekaligus mendorong penguatan saham-saham finansial lainnya.
Saham Lowe's tercatat naik 8,1% setelah perusahaan tersebut menaikkan proyeksi pendapatannya sehubungan dengan tanda-tanda pelemahan sektor perumahan segera memudar. Chief Executive Lowe's Robert Niblock menyatakan bahwa kepercayaan konsumen sudah membaik dalam beberapa pekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angka-angka Lowe's datang pada saat pasar sedang mencari rebound. SEmua ini menunjukkan bahwa belanja konsumen secara umum sedikit lebih kuat daripada yang diantisipasi," ujar Steve Goldman, analis dari Weeden & Co seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/5/2009).
Pada perdagangan Senin (18/5/2009), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat tajam hingga 235,44 poin (2,85%) ke level 8.504,05. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 26,83 poin (3,04%) ke level 909,71 dan Nasdaq naik 52,22 poin (3,11%) ke level 1.732,36.
Saham-saham sektor energi kembali menanjak seiring naiknya harga minyak mentah dunia. Saham Exxon naik 2, ConocoPhillips naik 3,6%.
Perdagangan berjalan moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,42 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebesar 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,02 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.
Harga Minyak Naik Lagi
Sementara itu, harga minyak mentah dunia kembali mencapai US$ 59 per barel yang dipicu optimisme membaiknya ekonomi AS. Sentimen bertambah dari adanya aksi pemogokan di Nigeria yang merupakan salah satu eksportir minyak penting dunia.
Kontrak utama minyak light pengiriman Juni melonjak hingga 2,69 dolar ke level US$ 59,03 per barel. Minyak Breng pengiriman Juli juga naik 2,47 dolar ke level US$ 58,47 per barel.
(qom/qom)











































