Minyak Menggebrak, Saham Tambang Bergerak

Minyak Menggebrak, Saham Tambang Bergerak

- detikFinance
Selasa, 19 Mei 2009 07:30 WIB
Minyak Menggebrak, Saham Tambang Bergerak
Jakarta - Kenaikan harga minyak dunia yang kini menyentuh level US$ 59 per barel akan menggerakan saham-saham pertambangan di lantai Bursa Efek Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa kembali atraktif.

Kenaikan harga minyak mentah dunia dipicu optimisme membaiknya ekonomi AS. Selain sentimen negatif dari aksi pemogokan di Nigeria yang merupakan salah satu eksportir minyak terbesar dunia.

Kontrak utama minyak Light di New York untuk pengiriman Juni pada Senin waktu AS (18/5/2009) melonjak hingga 2,69 dolar ke level US$ 59,03 per barel. Minyak Brent di London untuk pengiriman Juli juga naik 2,47 dolar ke level US$ 58,47 per barel.
 
Melejitnya harga minyak diprediksi akan membuat IHSG pada perdagangan Selasa (19/5/2009) bertahan di jalur hijau. Meski begitu tekanan dari ekternal dan kemungkinan aksi ambil untung di saham grup Bakrie bisa membuat IHSG terkoreksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Nikkei Jepang pada Selasa pagi ini dibuka menguat 133,87 poin (1,48%) menjadi 9.172,56. Nikkei mengikuti penguatan di Wall Street karena naiknya saham konstruksi perumahan, perbankan, energi dan ritel terkait dengan pemulihan ekonomi AS.

Pada perdagangan Senin waktu AS (18/5/2009), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat tajam hingga 235,44 poin (2,85%) ke level 8.504,05. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 26,83 poin (3,04%) ke level 909,71 dan Nasdaq naik 52,22 poin (3,11%) ke level 1.732,36.

Sedangkan HSG pada penutupan perdagangan saham Senin (18/5/2009) IHSG melompat 52,654 poin (3,01%) menjadi 1.803,568.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas

Optima Securities

Bursa berbalik menguat 52 poin atau 3% kelevel 1.803 di tengah bursa regional yang mixed. Indeks tidak berhasil membuat new low di bawah 1.708 dan berbalik menguat begitu menembus middle band. Down trend masih belum berubah namun penguatan masih berpeluang kembali mengingat Fast stochastic telah berpola golden cross. Kisaran IHSG di level 1.750-1.860 dengan pilihan saham: TLKM, ENRG, LSIP, TRUB dan BNBR.

Panin Sekuritas

Pergerakan IHSG sangat luar biasa kemarin. Setelah sempat tertekan, IHSG justru ditutup melonjak +3,0% di 1.803,56 didukung oleh menguatnya saham Bakrie. Menguatnya indeks didorong oleh penguatan bursa regional yang didukung oleh pulihnya perekonomian global dari resesi ekonomi. Kondisi politik dalam negeri juga berangsur stabil pasca penetapan pasangan capres-cawapres. Meski demikian kami melihat faktor perkembangan politik masih akan menjadi kuda hitam bagi pergerakan indeks hingga pilpres mendatang. Secara teknikal, IHSG memang masih berada dalam trend menguat/bullish. Kisaran support-resistance hari ini 1.780-1823. eTrading Securities

IHSG keluar dari zona negatif pada Senin kemarin dan menutup perdagangan dengan kenaikan 3%. Faktornya, pertama indeks di India meningkat 17% dan di-suspend setelah partai kongres memenangi kursi terbanyak sejak 1991. Dan, JP Morgan menaikkan rating Indonesia menjadi 'overweight' karena membaiknya harga komoditas dan outlook rupiah yang baik. Ini semua membawa angin segar ke emerging  market seperti Indonesia.

Dow pada Senin waktu AS bergerak ke utara, IHSG di pagi ini diperkirakan akan mengikuti pergerakan regional. Saham yang bisa menjadi favorit trader adalah ELSA karena Tridaya tidak akan melepas sahamnya di bawah harga Rp 400, sementara bidder dari Nortstar bisa menawarkan sampai harga Rp 560/saham. Sementara harga saat ini ELSA cuman Rp 285. Untuk spekulative, buy dari sentiment market rekomendasi pada TRUB, dan DEWA. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads