Hanya indeks Dow Jones dan Standard & Poor's 500 yang ditutup negatif, sementara Nasdaq masih positif menjelang pengumuman laporan keuangan Hewlett Packard.
Pada perdagangan Selasa (19/5/2009), indeks Dow Jones ditutup melemah 29,23 poin (0,34%) ke level 8.474,85. Indeks S&P 500 juga turun 1,58 poin (0,17%) ke level 908,13. Namun Nasdaq naik tipis 2,18 poin (0,13%) ke level 1.743,54.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimanapun Anda melihatnya, (UU) itu kurang menguntungkan perbankan. Hal ini akan menyebabkan adanya pembatasan suku bunga," ujar Stephen Massocca, managing director Wedbush Morgan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (20/5/2009).
Saham American Express tercatat turun 5,1%, Capital One Financial turun 4,5%, JP Morgan Chase & Co turun 3,9%. Namun Citigroup masih positif 4,57%, Morgan Stanley naik 2,23%.
Sementara saham Hewlett Packard bergerak melemah 3,9% setelah sempat menguat 2%, setelah produsen PC terbesar dunia itu memberikan proyeksi pendapatan yang lebih pesimistis.
Sentimen negatif lain yang mengekang penguatan Wall Street adalah izin dan pembangunan rumah AS yang turun secara tidak terduga ke titik terendah selama April. Data terbaru menunjukkan izin pembangunan rumah baru di AS turun 3,3% dibandingkan Maret menjadi rata-rata tahunan sebesar 494.000. Angka itu adalah yang terendah sejak 1960.
Perdagangan berjalan moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,35 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,13 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
Harga Minyak Naik Lagi
Sementara itu, harga minyak mentah dunia kembali melonjak menembus level US$ 60 per barel.
Kontrak utama minyak light pengiriman Juni sempat naik hingga US$ 60,48 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak 10 November. Namun kontrak ini akhirnya ditutup naik 62 sen menjadi US$ 59,65 per barel. Kontrak Juni segera berakhir, dan investor kini mulai fokus ke kontrak Juli.
Sementara minyak Brent pengiriman Juli juga sempat menyentuh level tertinggi dalam 6 bulan ke US$ 59,65 per barel sebelum ditutup naik 45 sen menjadi US$ 58,92 per barel.
(qom/qom)











































