Animo beli yang tinggi masih akan terasa dalam perdagangan saham Rabu (20/5/2009). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi punya peluang menuju level 1.900.
Namun yang perlu diwaspadai adalah aksi ambil untung di saham-saham grup Bakrie. Kelompok saham ini bergerak sangat fluktuatif dalam waktu yang cepat sehingga pelaku pasar harus bisa mengantisipasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara saham-saham di bursa Wall Street bergerak variatif setelah saham-saham finansial terkena profit taking di sesi-sesi akhir. Investor dibuat kecewa oleh data perumahan.
Hanya indeks Dow Jones dan Standard & Poor's 500 yang ditutup negatif, sementara Nasdaq masih positif menjelang pengumuman laporan keuangan Hewlett Packard.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (19/5/2009), indeks Dow Jones ditutup melemah 29,23 poin (0,34%) ke level 8.474,85. Indeks S&P 500 juga turun 1,58 poin (0,17%) ke level 908,13. Namun Nasdaq naik tipis 2,18 poin (0,13%) ke level 1.743,54.Β Β Β Β Β
Sedangkan IHSG pada perdagangan Selasa kemarin (19/5/2009) melonjak 82,448 poin (4,57%) ke level 1886,016.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Perjalanan IHSG untuk kembali menembus level 1.900 makin terbuka dimana telah menguat 82 poin (4,5%) keposisi 1.886 didorong saham ASII serta sektor keuangan dan pertambangan. Gap di bulan September 2008 dikisaran 1.934-1.946 berpeluang tertutup jika kondisi bursa regional mendukung.
Room untuk kembali menguat masih terbuka mengingat indeks masih dibawah upper band dan Wlliams %R belum fully overbought. Selanjutnya kisaran harian indeks ada di 1.830-1.940 dengan pilihan saham: BBCA, BDMN, AALI, ISAT dan LSIP.
Panin Sekuritas
IHSG melonjak signifikan +4,57% pada perdagangan Selasa kemarin. Bursa regional Asia bergerak menguat didukung oleh menguatnya harga komoditas global serta ekspektasi kondisi pasar finansial di AS akan segera pulih. Selain itu masuknya dana asing sebagaimana tercermin pada pembelian SBI dalam 4 bulan terakhir juga memberikan sinyal bahwa investor asing kembali melirik emerging market. Investor juga masih cukup optimis setelah melihat bahwa PDB Indonesia masih mampu tumbuh 4,4% sepanjang triwulan I-2009 di tengah terjadinya resesi global.
Kami perkirakan indeks masih akan berpeluang untuk tetap bergerak dalam tren menguat. Setelah berhasil menembus level resistance 1.870, indeks memiliki peluang untuk melaju menguji level 1.934. Sementara level support berada di 1.861. Saham sektor komoditas, perbankan, masih akan menjadi penggerak indeks. Perlu diperhatikan kemungkinan terjadinya profit taking pada saham grup Bakrie.
eTrading Securities
IHSG kemarin rally dipimpin oleh saham big cap. GGRM +17%, ASII +9%, BBRI +12% dan INDF +7%, investor asing terlihat menjadi penopang pergerakan dan mencoba mengejar beberapa saham yang masih lagging di emerging market untuk mengejar peningkatan di India.
Regional hari ini rata-rata bergerak sideway setelah rally dua hari berturut-turut. Crude Oil di perdagangkan $60/barrel akan menjadi positif sentimen untuk saham energy indonesia, namun pengumumpan GDP jepang yang terkontraksi 15% bisa menjadi penahan pergerakan naik index hari ini
Chart kita hari ini menunjukkan MA 50 telah memotong MA 200 dan menandakan signal bulilsh. Resistance untuk penembusan adalah 1.900 yang bisa mengkonfirmasi bullish trend di jangka panjang. (ir/ir)











































