Erry Firmansyah Jabat Komisaris Unilever

Erry Firmansyah Jabat Komisaris Unilever

- detikFinance
Rabu, 20 Mei 2009 15:40 WIB
Erry Firmansyah Jabat Komisaris Unilever
Jakarta - Belum juga lengser dari jabatan sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Erry Firmansyah sudah mendapat jabatan baru. PT Unilever Tbk (Unilever) mengangkat Erry Fimansyah untuk duduk di jajaran dewan komisaris dan berlaku efektif mulai 1 Juli 2009.

Demikian dikatakan Presiden Direktur Unilever, Maurits Lalisang dalam paparan publik Unilever di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (20/5/2009).
   
"Pengalaman beliau di bursa (BEI) sangat bagus, dengan dasar ini kita sepakat untuk mengangkat beliau menjadi dewan komisaris Unilever dan akan efektif pada tanggal 1 Juli 2009," ujarnya.

Selain itu, Maurits mengatakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Unilever juga mengangkat Franklin A Gomes sebagai Direktur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain membagikan dividen sebanyak 100 persen dari laba yakni dividen per Desember 2008 sebesar Rp 95 per saham dan Rp 220 per saham pada tanggal 14 Juli nanti, hasil RUPS juga mengangkat direktur baru yaitu Frankiln A Gomes," tutur Maurits.

Tahun 2009 ini, lanjut Maurits, Unilever akan fokus untuk mendekatkan diri dengan konsumen. "Contohnya seperti price (harga) produk yang nantinya mayoritas masyarakat mampu membeli, namun tetap dengan kualitas yang tidak berkurang," jelasnya.

Selain itu Unilever akan meningkatkan coverage atau tambahan jaringan dengan mendirikan 350.000 outlet baru.

Maurits juga mengatakan pada tahun 2009, capital expenditure (capex) akan ditingkatkan untuk meningkatkan kapsitas produksi guna mengimbangi produsen. "Selain itu, jika ada kesempatan maka tidak ada halangan untuk mengakuisisi perusahaan lain," ujar Maurits.
   
Direktur Supply Chain Unilever, Mohammad Effendi mengatakan capex di tahun 2009 yang sudah direncanakan sebesar Rp 700 miliar.

"Pada tahun 2008, capex sebesar Rp 1 triliun lebih. Digunakan sebesar Rp 400 miliar untuk akuisisi dan Rp 600 miliar untuk meningkatkan infrastruktur dan kapasitas," ujarnya.

Namun di tahun ini, Effendi mengatakan Rp 700 miliar tersebut diperuntukan untuk tambahan kapsitas dan infrastruktur. "Yakni dengan menambah mesin-mesin di pabrik dan home care liquid," pungkasnya. (dru/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads