Pada perdagangan Rabu (20/5/2009), kontrak utama minyak light pengiriman Juli melonjak 1,94 dolar menjadi US$ 62,04 per barel. Kontrak sempat menembus harga US$ 62,26 per barel.
Sementara minyak Brent pengiriman Juli juga berada di titik tertingginya dalam 6 bulan setelah naik 1,67 dolar menjadi US$ 60,59 per barel. Dalam 3 pekan, harga minyak telah melonjak hingga 20%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan cadangan minyak mentah dan bensin yang melebihi ekspektasi telah membuat pekan ini menjadi bullish. Ada tanda-tanda penguatan harga minyak di pasar untuk pertama kalinya pada pekan ini," ujar Hussein Allidina, analis dari Morgan Stanley seperti dikutip dari AFP, Kamis (21/5/2009).
Wall Street Melemah Tipis
Sementara saham-saham di Wall Street bergerak melemah tipis oleh pernyataan the Fed yang menghempaskan harapan pemulihan ekonomi secara cepat. The Fed memangkas proyeksi pertumbuhan PDB 2009 dan angka pengangguran, setelah sebelumnya mengeluarkan proyeksi yang optimistis soal perekonomian.
"Sepertinya mereka (The Fed) sedikit kurang bersemangat terhadap perekonomian ketimbang sebelumnya," ujar Paul Nolte, Direktur Hinsdale Associates seperti dikutip dari Reuters.
Pada perdagangan Selasa (20/5/2009), indeks Dow Jones ditutup melemah 52,57 poin 0,62%) ke level 8.422,28. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 4,64 poin (0,51%) ke level 903,49 dan Nasdaq turun 6,70 poin (0,39%) ke level 1.727,84.
Saham-saham sektor finansial sempat menguat tajam pada awal perdagangan setelah Bank of America mengukir sukses dalam penawaran saham publik. Namun saham-saham finansial berbalik arah oleh profit taking. Saham Goldman Sachs turun 3,3%, JPMorgan turun 3,5%, Citigroup turun 2,1%, Wells Fargo turun 3,89%.
Perdagangan berjalan aktif, di New York Stock Exchange mencapai 1,65 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,30 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar. (qom/qom)










































