"Kemungkinan justru tidak (jadi akuisisi). Sebab mereka (perusahaan Iran) berubah, tadinya kan penunjukkan langsung kepada Telkom, sekarang jadi dibuka tender," kata salah satu eksekutif di Kementerian Negara BUMN, Kamis (21/5/2009).
Sumber tersebut juga mengatakan, batalnya Telkom melakukan akuisisi tersebut tidak ada hubungannya dengan peraturan investor Amerika yang tidak boleh melakukan investasi di Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
VP Investor Relations TLKM, Heri Supriadin sebelumnya menyatakan, rencana Telkom mengakuisisi Iran Telecom terganjal konflik hubungan politik antara Amerika Serikat dengan Iran. Akuisisi Iran Telecom dianggap bisa mengganggu hubungan perseroan dengan pemegang saham di AS.
Sementara Menneg BUMN Sofyan Djalil mengakui, Telkom memang belum pasti akan membeli sebagian saham milik perusahaan telekomunikasi milik Pemerintah Iran. Menurutnya, perusahaan plat merah tersebut masih melakukan kajian dengan berbagai pertimbangan yang ada.
"Masalahnya lebih kepada pertimbangan-pertimbangan Telkom sendiri. Jadi sampai sekarang ini masih belum selesai, jadi belum pasti," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (20/5/2009) malam.
Sofyan menjelaskan, BUMN telekomunikasi itu masih membahas mengenai persoalan risiko (risk management) dan rencana tender yang nantinya bakal dilakukan.
(ang/qom)











































