"Target kami IPO secepatnya, semester I ini," ujar Direktur Protelindo Adam Gifari saat dihubungi detikFinance, Rabu (20/5/2009).
Kendati demikian, Adam belum dapat mengumumkan target dana yang akan diperoleh Protelindo melalui IPO ini. Namun berdasarkan prospektus yang dipublikasikan, Protelindo berencana melepas 285,36 juta saham ke publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adam juga belum dapat mengumumkan penjamin emisi IPO yang ditunjuk perseroan. Namun menurut Direktur Pencatatan Bursa Efek Indonesia Eddy Sugito, Protelindo mengajukan proposal IPO dengan menggunakan laporan keuangan Desember 2008.
"Karena dia menggunakan laporan buku Desember 2008, maksimal dia bisa IPO Juni 2009," ujar Eddy.
Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan disebutkan dana yang diperoleh dari IPO dialokasikan untuk membayar sebagian kewajiban dari pinjaman senilai US$ 360 juta dan Rp1,18 triliun yang diteken pada 26 November 2008.
Melalui perjanjian itu, perseroan memperoleh fasilitas pinjaman dari ABN AMRO Bank NV Singapura, Chinatrust Commercial Bank, CIMB Bank Singapura, DBS Bank, Standard Chartered Bank, OCBC, BCA, dan Bank Mandiri.
Dana yang diperoleh dari pinjaman tersebut dipakai untuk membiayai akuisisi menara telekomunikasi, serta melunasi pinjaman ke DBS Bank, Standard Chartered Bank, BCA, dan Bank Permata.
(dro/qom)











































