Harga minyak dunia saat ini mencapai US$ 61,96 per barel dan diprediksi dalam jangka pendek ini bertahan di level US$ 60-an per barel. Kondisi ini akan memacu pergerakan saham tambang dan komoditas.Β Β
Sementara saham bank dan telekomunikasi dinilai sudah mahal yang membuat investor kemungkinan akan melanjutkan aksi ambil untung di dua sektor ini pada perdagangan Senin (25/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Wall Street pada Jumat pekan lalu (22/5/2009) melemah tipis karena munculnya kekhawatiran pada defisit AS yang besar, dan juga penurunan nilai tukar dolar AS dan surat utang pemerintah AS.
Pada perdagangan Jumat (22/5/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 14,81 poin (0,18%) ke level 8.277,32. Indeks Standard & Poor's 500 turun 1,33 poin (0,15%) ke level 887,00 dan Nasdaq terkoreksi 3,24 poin (0,19) ke level 1.692,01.
Sedangkan IHSG pada perdagangan Jumat (22/5/2009) turun tipis 4,013 poin (0,21%) ke level 1881,709
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Pelemahan bursa regional selama libur tidak membuat investor panic selling sehingga indeks hanya terkoreksi tipis 4 poin ke posisi 1.881. Sektor pertambangan dan properti menjadi penopang sementara keuangan melemah. Meskipun transaksi perdagangan relatif sepi namun asing masih net buy Rp 39 miliar. Pola sideways diperkirakan masih berlanjut sambil menunggu katalis baru dikisaran 1.845-1.900 dengan support kuat 1.700. Beberapa saham pilihan yakni: ADRO, INTP, MEDC, ADHI dan TLKM.
Panin Sekuritas
Tekanan jual terhadap saham unggulan kami perkirakan masih akan terjadi di awal pekan. Saham perbankan dan telekomunikasi kami perkirakan masih akan rentan terhadap tekanan jual. Beberapa saham perbankan tercatat sudah kembali ke level 'pra-krisis'. Meski demikian seiring dengan terus menguatnya harga minyak dunia, yang sudah menembus level US$ 60/barel, kami melihat saham pertambangan dan perkebunan akan cukup menarik untuk ditradingkan jangka pendek. Disamping saham berbasis komoditas, beberapa saham second liner, seperti dari sektor properti juga cukup menarik untuk diakumulasikan. Kisaran support-resistance pada pekan ini 1.770-1.920.
(ir/ir)











































