Selama triwulan I-2009, HMSP dan Philip Morris Indonesia memproduksi 18,1 miliar batang rokok, yang naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 17,7 miliar batang rokok.
Produksi rokok HMSP terbanyak pada triwulan I-2009 mulai bergeser dari Sigaret kretek tangan (SKT) ke Sigaret kretek mesin (SKM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara urutan pangsa pasar produsen rokok utama adalah:
- HMSP 24,3% (turun dari triwulan I-2008 sebesar 25%)
- Gudang Garam 21,1% (turun dari triwulan I-2008 sebesar 22,5%)
- Djarum 19,4% (naik dari triwulan I-2008 sebesar 19,4%)
- Nojorono 6,7% (naik dari triwulan I-2008 sebesar 6,4%)
- Bentoel 6% (naik dari triwulan I-2008 sebesar 5,7%)
- Philip Morris Indonesia 4,7% (naik dari triwulan I-2008 sebesar 4,5%)
- BAT Indonesia 2% (turun dari triwulan I-2008 sebesar 2,5%)
- Lain-lain 15,8% (naik dari triwulan I-2008 sebesar 15,6%)
Dalam materi paparan publik yang dilaporkan ke BEI, Senin (25/5/2009) HMSP mencatat kenaikan penjualan triwulan I-2009 sebesar 12,1% menjadi Rp 9,107 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 8,127 triliun.
Laba bersih sebesar Rp 1,350 triliun naik 27,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 1,059 triliun. HMSP memiliki total aset Rp 11,333 triliun naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 10,582 triliun.
(ir/qom)











































