Peringkat jangka panjang mata uang asing (Issuer Default Rating) tetap di 'BB' dengan prospek Stabil. Peringkat individual di 'C/D', peringkat dukungan di '3', peringkat batas bawah peringkat dukungan di 'BB-' (BB minus) dan peringkat hutang subordinasi mata uang asing di 'BB-' (BB minus).
"Peringkat CIMB Niaga tesebut mempertimbangkan kondisi keuangan CIMB Niaga yang memadai disertai dukungan teknis dan keuangan perusahaan induknya yang berkedudukan di Malaysia, CIMB Group (CIMBG, induk CIMG Niaga dengan peringkat 'BBB+'/Stabil) yang diharapkan membantu bank dalam manajemen risiko dan pengelolaan neraca, terutama dalam kondisi ketidakpastian ekonomi makro saat ini," bunyi pengumuman Fitch, Senin (25/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Propek Stabil mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa dampak dari peningkatan biaya kredit (credit cost) tahun ini, --akibat peningkatan kredit bermasalah--, dapat diserap oleh pendapatan perusahaan sehingga mengurangi ancaman penurunan modal.
Walaupun merger dengan LippoBank ditahun 2008 dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan kebijakan kepemilikan tunggal bank (single present policy) di Indonesia, namun demikian merger ini dianggap memiliki nilai strategis yang menggabungkan kekuatan Bank Niaga pada sektor pembiayaan komersial dan retail dengan kekuatan Bank Lippo dalam pendanaan dan layanan transaksional perbankan.
Namun demikian, manfaat dari sinergi ini diharapkan baru dapat terealisasi dalam jangka panjang mengingat kondisi pasar yang masih tidak menentu di tahun 2009 yang mungkin berlanjut hingga 2010. Bank hasil merger ini kini menduduki posisi bank terbesar ke-6 dengan total aset Rp 103 triliun di akhir tahun 2008 atau sekitar 5% dari total aset industi perbankan.
Berdasarkan perhitungan Fitch, imbal hasil aset (ROA) turun tajam menjadi 0,7% di tahun 2008 dari 1,7% di tahun 2007 akibat tingginya pencadangan dan biaya merger yang dibebankan pada tahun 2008 hingga 2010. Pendapatan bunga bersih di tahun 2008 menurun menjadi 5,1% namun membaik ke 5.6% pada Q109 karena peningkatan kredit yang diberikan dan dampak perbaikan struktur pendanaan (meningkatnya porsi dana murah dari total pendanaan).
Setelah stabil di tahun 2008, kredit bermasalah meningkat 12% pada triwulan I-2009 menjadi 2,9% meskipun masih lebih rendah dibanding 4,5% rata-rata industri. Pencadangan kredit bermasalah meningkat ke 85%-87% di tahun 2008 dan triwulan I-2009 sebagai antisipasi melemahnya kondisi operasional di tahun 2009.
Stress testing yang dilakukan Fitch menunjukkan kemampuan CIMB Niaga untuk menyerap biaya kredit hingga 3%, sedangkan biaya kredit yang dibebankan ditahun 2008 adalah 1,6%. Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier-1 CAR) relatif stabil pada 12,4% di triwulan I-2009 (setelah dividen) setelah dikeluarkannya saham baru untuk penggabungan dengan Bank Lippo.
Didirikan pada tahun 1955 dan tercatat di bursa efek pada tahun 1989, CIMB Niaga menjadi bank keenam terbesar di Indonesia. Bumiputra-Commerce Holdings Berhad, perusahaan induk CIMBG, pertama kali memperoleh kontrol mayoritas di Niaga pada November 2002 dan kemudian memindahkan kepemilikannya ke CIMBG pada bulan Agustus 2007. Setelah penggabungan dengan Lippo pada 1 November 2008, CIMBG memiliki 77,74% kepemilikan di CIMB Niaga dan Khazanah Nasional Berhad memiliki 19,67%.
(ir/qom)











































