Rupiah memanfaatkan layunya dolar AS yang sedang dirundung banyak rumor negatif karena muncul kabar risiko penurunan terhadap peringkat AS.
Penguatan rupiah masih akan mengandalkan dana asing yang masuk ke pasar saham dan surat utang. Pencapaian PDB Indonesia di triwulan I-2009 yang masih bisa tumbuh 4,4% membuat pelaku pasar melihat peluang investasi di Indonesia cukup menarik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan saham sesi siang, Senin (25/5/2009) IHSG naik 8,452 poin (0,45%) menjadi 1.890,161. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB menguat 31 poin ke posisi 10.179 per dolar AS.
Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 54.259 kali, dengan volume 3,849 miliar unit saham, senilai Rp 1,520 triliun. Sebanyak 124 saham naik, 43 saham turun dan 44 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 50 menjadi Rp 2.050, Adaro Energy (ADRO) naik Rp 70 menjadi Rp 1.350, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 20 menjadi Rp 1.920, Sentul City (BKSL) naik Rp 28 menjadi Rp 129 dan Truba Alam Manunggal Engineering (TRUB) naik Rp 1 menjadi Rp 165.
Bursa saham Asia pada sesi siang ini bervariasi seperti Hang Seng turun 0,64%, KOSPI turun 0,82%, Nikkei naik 1,47%, Shanghai turun 1,23%, STI Singapura naik 0,29% dan Taiwan turun 0,04%.  Â
(ir/qom)











































