Namun transaksi perdagangan pada hari ini relatif lebih sepi dibanding hari kemarin. Transaksi hanya mencapai Rp 3,3 triliun dengan turnover 17,4 juta lot.
Sikap para pelaku pasar yang 'pasif' hari ini selain 'wait and see' atas perbaikan data ekonomi juga dipicu kekhawatiran atas rencana Korea Utara yang kembali akan menggelar uji coba nuklir sehingga berpotensi menganggu stabilitas ekonomi di kawasan. Kospi -0.25%, Taiwan -0.04% namun Hang Seng +0.35%, Nikkei +1.31% lebih dipicu oleh depresiasi yen atas dolar hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor infrastruktur menjadi top seller investor hari ini setelah pelemahan pertumbuhan ekonomi diprediksi akan mengakibatkan membengkaknya alat-alat berat serta masih belum cairnya realisasi anggaran infrastruktur. Rupiah hari ini bergerak melemah tipis namun masih di level yang terjaga di Rp10.225/USD.
Pasar besok akan memfaktorkan data Consumer Confidence Index (Indeks Kepercayaan Konsumen) AS yang diprediksi akan membaik ke level 42.8 dari sebelumnya 39.2, Indeks Keyakinan Konsumen digunakan untuk melihat tingkat kepercayaan konsumen tentang outlook perekonomian yang biasanya akan bersifat self-fulfilling.
(etr/qom)











































