Investor masih menungu momentum untuk kembali masuk pasar saham. Saham-saham tambang diprediksi masih akan mendominasi pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (26/5/2009).
Pelaku pasar juga masih menunggu pengumuman PDB AS pekan ini yang akan menunjukkan tren pergerakan bursa saham global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Wall Street pada perdagangan Senin 25 Mei tutup karena libur nasional Memorial Day untuk memperingati gugurnya para pahlawan negeri itu.
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (25/5/2009) naik 9,262 poin (0,49%) menjadi 1.890,971.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas
Optima Securities
Indeks masih bergerak sideways dengan transaksi masih relatif tipis mencapai Rp 3 triliun. Di tengah gangguan sistim di BEI, indeks masih menguat 9 poin mendekati level 1.900 kembali. Investor masih wait and see menunggu katalis maupun koreksi yang signifikan untuk kembali masuk ke bursa. Adanya gangguan sistem hingga penutupan membuka peluang indeks menembus 1.900 jika ada pihak yang harus cover short. Selanjutnya IHSG bakal mengandalkan sentimen regional dan harga komoditas di level 1.870-1.910 mengingat Dow Jones libur.
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup menguat +0,49% pada 1.890,971. Menguatnya indeks didorong oleh kenaikan yang terjadi pada saham pertambangan menyusul rally yang terjadi pada harga minyak mentah. Terlihat saham pertambangan dan properti menjadi pilihan bagi investor di tengah pergerakan saham perbankan yang cenderung melakukan konsolidasi. Untuk hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance 1.874-1.900.Β eTrading Securities
Road-show Jawa Timur menunjukan antusias ritel terhadap pasar modal semakin besar. Pembukaan rekening efek terus bertambah dan mencatat rekor tertinggi. Investor ritel lebih optimis terhadap market meskipun valuasi yang sudah tidak murah. Kecenderungan investor ritel adalah pada saham yang benominal kecil dengan fluktuasi yang besar, maka dari itu saran kita adalah saham properti yang disertai valuasi yang masih murah, rata-rata 1-1,5x PBV sedangkan tertingginya adalah 3x PBV. Ini bisa menjadi tempat ritel yang lebih aman. (ir/ir)











































