Erry Firmansyah Jajaki Komisaris Utama KSEI dan BUMN

Erry Firmansyah Jajaki Komisaris Utama KSEI dan BUMN

- detikFinance
Selasa, 26 Mei 2009 10:02 WIB
Erry Firmansyah Jajaki Komisaris Utama KSEI dan BUMN
Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mendapat tawaran sebagai Komisaris Utama di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Erry juga dikabarkan mendapat tawaran jabatan komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Selama ini masih ditawari saja dan belum dilakukan uji kelayakan (fit and proper test) untuk dua jabatan tersebut. Tapi nanti kalau ada tawaran lagi, itu namanya rejeki dan tidak menjadi masalah," ungkap Erry saat dihubungi detikFinance, Selasa (26/5/2009).

Kendati demikian, Erry mengaku belum mengetahui jadwal uji kelayakan dan kepatutan Bapepam-LK terkait tawaran menjabat Komisaris Utama KSEI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadwal fit & proper test belum diberitahu," ujar Erry.

Namun menurut Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida, uji kelayakan dan kepatutan komisaris KSEI akan digelar pada awal Juni 2009.

"Fit & proper test Komisaris KSEI pada awal Juni," ujar Nurhaida.

Erry akan menjadi kandidat Komisaris Utama KSEI didampingi oleh Head of Domestic Custody Services Deutsche Bank Elwin Karyadi dan Komisaris PT Bahana Securities Heri Sunaryadi sebagai jajaran komisaris.

Heri juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) induk usaha Bahana Securities.

Pemilihan komisaris KSEI akan dilakukan pada RUPS Tahunan KSEI pada 23 Juni 2009, satu hari menjelang pelaksanaan RUPS Tahunan BEI yang dijadwalkan 24 Juni 2009.

Pekan lalu, Erry juga baru saja menempati posisi sebagai komisaris independen di PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Jabatan baru ini akan mulai berlaku pada 1 Juli 2009.

"Kalau menjabat komisaris di mana-mana itu tidak jadi masalah. Yang menjadi masalah adalah menjabat dua direktur di perusahaan berbeda," ujar Erry

Sementara terkait kabar adanya tawaran dari Menneg BUMN Sofyan Djalil untuk jabatan di salah satu BUMN, Erry mengaku belum mendapat kabar soal itu.

"Sampai saat ini belum ada kabar," ujar Erry.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads