ELTY Jajaki Penerbitan Sukuk Rp 500 Miliar

ELTY Jajaki Penerbitan Sukuk Rp 500 Miliar

- detikFinance
Selasa, 26 Mei 2009 13:54 WIB
ELTY Jajaki Penerbitan Sukuk Rp 500 Miliar
Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sedang mengkaji kemungkinan menerbitkan sukuk dengan nilai di atas Rp 500 miliar pada triwulan IV-2009.

"Kami mengkaji untuk kembali menerbitkan sukuk di triwulan IV-2009," ujar Presiden Direktur ELTY, Hiramsyah S Thaib usai RUPS Tahunan di Rasuna Epicentrum, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (26/5/2009).

Nilainya, lanjut Hiramsyah, kemungkinan akan diterbitkan di atas Rp 500 miliar. Dananya untuk pendanaan proyek-proyek terkini perseroan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau jadi diterbitkan, dananya untuk membiayai proyek-proyek kita ke depan, sekaligus sebagai upaya menarik minat investor-investor timur tengah," ujar Hiramsyah.

Kendati demikian, Hiramsyah mengatakan rencana tersebut masih tahap awal. Perseroan masih fokus pada penerbitan sukuk Rp 150 miliar yang saat ini sedang dalam masa book building.

"Kita fokus dulu ke sukuk yang sekarang," ujarnya.

Dana penerbitan sukuk akan digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek terkini perseroan, seperti landed residential, city property, hotel & resort dan tol.

ELTY melalui anak usahanya PT Bakrie Toll Road (BTR) memegang konsesi 5 ruas tol terdiri atas ruas Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Batang-Semarang, Ciawi-Sukabumi dan Pasuruan-Probolinggo. Total 5 ruas tersebut sekitar 300 kilometer.

Nilai investasi 5 ruas tersebut mencapai Rp 15 triliun. Pendanaannya akan menggunakan kombinasi kas internal 30% dan pendanaan eksternal atau mitra strategis sebesar 70%.

Hiramsyah mengatakan posisi kas internal ELTY saat inisebesar Rp 4,5 triliun, sehingga dinilai sudah tidak ada masalah.

"Kanci-Pejagan akan beroperasi sebelum lebaran tahun ini," ujar Hiramsyah.

Mengenai target kinerja, ELTY membidik pendapatan sebesar Rp 1,35 triliun di 2009, naik sekitar 35% dari tahun 2008 sebesar Rp 1,053 triliun.

Target laba bersih tahun ini sekitar Rp 250 miliar, sedikit turun dari tahun 2008 sebesar Rp 272,1 miliar.

"Sebenarnya begini, laba tahun 2008 itu naik drastis sampai 102% karena adanya keuntungan kurs. Tapi itu kan tidak diperoleh setiap tahun. Kalau dilihat secara fundamental operasi, target laba tahun ini Rp 250 miliar sudah naik sekitar 30% dari 2008," jelas Hiramsyah.

(dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads