Pelaku pasar masih menunggu data PDB AS yang akan keluar pekan ini. Baik buruknya data PDB AS triwulan I itu akan menentukan arah pergerakan bursa saham global.
Saham-saham tambang yang beberapa hari belakangan menjadi motor kenaikan, kini menjadi motor penurunan IHSG. Saham komoditas untuk sementara juga ditinggalkan karena kenaikan bea masuk CPO di bulan Juni akan menambah biaya emiten perkebunan. Â
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 turun 6,418 poin (1,75%) menjadi 361,192 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,630 poin (1,85%) menjadi 298,582.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 119.355 kali, dengan volume 11,058 miliar unit saham, senilai Rp 3,978 triliun. Sebanyak 63 saham naik, 150 saham turun dan 42 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 135 menjadi Rp 1.940, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 1.910, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 2.750, Kawasan Industri Jababeka (KIJA) turun Rp 3 menjadi Rp 98 dan Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp 7 menjadi Rp 85.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 7.400, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 50 menjadi Rp 6.150 dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 menjadi Rp 10.350.
Sementara bursa saham Asia kebanyakan melemah seperti Hang Seng turun 0,76%, KOSPI turun 2,06%, Nikkei turun 0,39%, Shanghai turun 0,82%, STI Singapura turun 1,15%, Taiwan turun 0,76%.  Â
(ir/qom)











































