Euro Mengalami Tekanan

Euro Mengalami Tekanan

- detikFinance
Rabu, 27 Mei 2009 08:11 WIB
New York - Mata uang tunggal Eropa mengalami tekanan setelah beberapa negara anggotanya mengumumkan data ekonomi yang masih suram.

Di sisi lain, ekonomi AS justru melaporkan kenaikan Indeks Kepercayaan Konsumen April menjadi 54,9 yang tertinggi sejak September 2008.

Pada perdagangan Selasa waktu AS (26/5/2009) euro turun ke 1,3994 dolar AS dibanding Senin yang ada di level 1,4017 dolar AS. Euro juga melemah terhadap mata uang Jepang di posisi 94,66 yen dibanding hari sebelumnya 95,01 yen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jerman yang merupakan negara penopang utama ekonomi di kawasan Eropa mengumumkan pertumbuhan ekonomi (PDB) triwulan I-2009 turun menjadi sebesar 3,8%. Sementara data pabrikan di 16 negara Uni Eropa di bulan Maret juga turun. Permintaan industri di Uni Eropa pada Maret turun 0,8% dibanding Februari.  

"Euro dalam kondisi tertekan karena pelaku pasar melihat ekonomi di Eropa yang masih labil," kata analis dari BNP Paribas seperti dilansir dari AFP, Rabu (27/5/2009).

Sementara rupiah diprediksi juga masih akan berjalan terbatas karena belum ada berita segar yang mampir di pasar. Rupiah juga belum bebas bergerak ke jalur positif karena menyusutnya nilai transaksi di lantai bursa dalam dua hari terakhir.

Pada perdagangan valas pukul 08.05 WIB, Rabu (27/5/2009) rupiah melemah 15 poin ke posisi 10.285 per dolar AS. 

(ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads