"Keputusan soal relokasi pabrik Pati akan diputuskan paling lambat bulan depan," ujar Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Rabu (27/5/2009).
SMGR memang sedang berencana membangun pabrik baru di Pati. Dana yang dianggarkan perseroan sebesar US$ 413 juta. Selain di Pati, SMGR juga berencana membangun pabrik di Sulawesi senilai US$ 345 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan pabrik baru SMGR di Pati memang menjadi agenda kerja perseroan tahun ini. Namun hingga saat ini realisasi pembangunan pabrik berkapasitas 2,5 juta ton itu terhambat masalah pembebasan lahan.
Konon, mantan komisaris SMGR Rizal Ramli yang tahun lalu didepak dari jabatannya oleh pemerintah selaku pemegang saham mayoritas SMGR, berada di balik gerakan tersebut.
Hingga saat ini, gerakan menentang pembangunan pabrik SMGR di Pati masih sangat kuat, sehingga menyulitkan perseroan merealisasikan rencananya itu.
"Intinya kami tetap harus membangun pabrik baru tahun ini. Sebab jadwal kami pabrik baru harus operasi di 2012, jadi pembangunan harus dilakukan tahun ini,β ujar Dwi.
Beberapa waktu lalu, Dwi mengatakan salah satu opsi yang mungkin untuk relokasi pabrik Pati adalah Tuban, Jawa Timur. Namun menurut Dwi, perseroan masih memiliki opsi-opsi lainnya, meski ia enggan membeberkan.
"Dalam setiap plan, kami selalu menyiapkan plan B. Saat ini kami masih mengkaji opsi lokasi yang memungkinkan, tapi yang jelas tidak di Gresik karena di sana tidak ada tambang," imbuh Dwi.
(dro/lih)











































