BEI Uji Coba Kapasitas 1 Juta Order 30 Mei 2009

BEI Uji Coba Kapasitas 1 Juta Order 30 Mei 2009

- detikFinance
Rabu, 27 Mei 2009 11:31 WIB
BEI Uji Coba Kapasitas 1 Juta Order 30 Mei 2009
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya akan melakukan uji coba kapasitas 1 juta order per hari pada mesin mock trading, Sabtu (30/5/2009). Jika uji coba ini berjalan lancar, Jakarta Autamatic Trading System Next Generation (JATS-NextG) akan menggunakan kapasitas 1 juta order pada Senin (1/6/2009).

"Sabtu ini kapasitas 1 juta order akan diuji coba di mock trading," ujar Direktur
Teknologi dan Informasi BEI, Bastian Purnama di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (27/5/2009).

Hingga saat ini, BEI belum melakukan uji coba penambahan kapasitas JATS-NextG menjadi 1 juta order per hari lantaran Nasdaq OMX belum memberikan konfigurasi sistem yang diperlukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bastian, akibat Nasdaq OMX belum mengirimkan konfigurasi sistem yang
dibutuhkan tersebut, BEI hingga saat ini belum bisa melakukan uji coba penambahan kapasitas pada mocktrading.

"Konfigurasinya sekarang sudah kami terima. Jadi uji coba bisa segera dilakukan
Sabtu ini," ujarnya.

Seperti diketahui, keperluan penambahan kapasitas menjadi 1 juta pesanan per
hari dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya gangguan sistem yang menyebabkan seluruh perdagangan di lantai bursa terhenti pada perdagangan Sesi II 23 April 2009.

Ketika itu, gangguan yang terjadi di kantor cabang Medan milik PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) telah menyebabkan gangguan sistemik pada seluruh sistem JATS-NextG. Pengiriman data pesanan berulang sebanyak 220.086 kali, diikuti dengan pembatalan pesanan (withdraw order) sejumlah sama ke sistem pencatatan data BEI, telah menyebabkan kapasitas memori pencatatan menjadi penuh.

Saat ini, kapasitas order yang mampu ditangani BEI sebanyak 500 ribu order per
hari. Dengan adanya pesanan masuk dan pembatalan sebanyak 440 ribu order TRIM pada 23 April 2009, BEI mencoba menambah kapasitas menjadi 1 juta order per hari. Tujuannya untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

(dro/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads