Mesin Masih Labil, BEI Pantau Kinerja JATS-NextG

Mesin Masih Labil, BEI Pantau Kinerja JATS-NextG

- detikFinance
Rabu, 27 Mei 2009 12:20 WIB
Mesin Masih Labil, BEI Pantau Kinerja JATS-NextG
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memantau kinerja Jakarta Automatic Trading System Next Generation (JATS-NextG) selama 6 bulan ke depan. Menjelang penutupan perdagangan Senin 25 Mei lalu, JATS-NextG bahkan sempat mati.

"Ini kan hardware baru. Wajar saja kalau belum stabil. Tapi kita pantau terus, setidaknya selama 6 bulan ke depan," ujar Direktur Teknologi dan Informasi BEI, Bastian Purnama di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (27/5/2009).

Menjelang penutupan perdagangan Senin (25/5/2009), JATS-NextG sempat mengalami gangguan mati sesaat. Namun selang beberapa detik kembali beroperasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bastian mengakui adanya gangguan tersebut. Hanya saja ia belum menerima laporan detil soal gangguan tersebut.

"Memang sempat terjadi gangguan sesaat Senin lalu. Tapi langsung secara otomatis terjadi switching ke sistem back up," ujar Bastian.

Bastian mengatakan gangguan tersebut tidak menyebabkan gangguan data pada sistem seluruh sekuritas di BEI. Namun menurut pantauan detikFinance, beberapa penyedia layanan data bursa tidak menampilkan angka penutupan IHSG yang sama.

Situs yahoofinance mencatat angka penutupan IHSG di level 1.886. IMQ, salah satu penyedia layanan data bursa menampilkan angka penutupan IHSG di level 1.894. Padahal penutupan resmi IHSG di JATS-NextG berada di level 1.890.

"Kalau itu karena sistem di beberapa penyedia data bursa tidak otomatis mengikuti switching data kita ke back up. Makanya terjadi perbedaan tersebut. Itu di sistem mereka. Tapi kalau di semua AB (sekuritas) kita, otomatis mengikuti switching ke back up. Jadi data yang diterima semua AB tidak ada yang bermasalah," jelas Bastian.

Kendati demikian, Bastian mengatakan BEI akan terus memantau kinerja JATS-NextG selama 6 bulan ke depan.

"Namanya hardware baru memang seperti ini. Tidak ada yang 100% tanpa gangguan. Misalkan anda beli mobil atau alat elektronik apa pun, meski sudah melalui proses uji, tapi pasti dari sekian produk ada saja yang sedikit terganggu. Itulah sebabnya, tidak ada yang bisa memberikan jaminan tanpa gangguan 100%, pasti ada sekian persen risiko gangguan. Ini normal," papar Bastian.

"Tapi tetap kita pantau terus. BEI kan juga membayar biaya maintenance ke vendor. Jadi semuanya diurus mereka. BEI kan posisinya klien. Kalau terjadi gangguan, BEI tidak bisa mengutak-atik sendiri sistem ini, karena ada perlindungan paten vendor. Jadi yang bisa mengutak-atik sistemnya hanya vendor. Kalau ada masalah, yang bisa memperbaiki ya vendornya," tutur Bastian.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads