Pada perdagangan Rabu (27/5/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup merosot 173,47 poin (2,05% ke level 8.300,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 17,27 poin (1,90%) ke level 893,06 dan Nasdaq turun 19,35 poin (1,11%) ke level 1731,08.
Harga patokan surat utang berjangka 10 tahun anjlok tajam sehingga yield membubung tinggi. Semakin jatuh harga obligasi, maka semakin tinggi yieldnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yield meningkat ke level yang sangat mengkhawatirkan pada outlook ekonomi," ujar William Sullivan, chief economist JVB Financial Group seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/5/2009).
Gerakan pasar saham dan obligasi yang berirama ini cukup mengkhawatirkan investor karena biasanya mereka bergerak berlawanan arah. Harga obligasi akan turun jika investor mencari aset yang lebih berisiko seperti saham sehingga menyebabkan harga saham naik. Namun kali ini ternyata tidak, karena turunnya harga obligasi yang berimplikasi kenaikan imbal hasil dikhawatirkan membuat biaya penerbitan surat utang menjadi mahal.
Sentimen negatif lainnya adalah dari kabar kebangkrutan General Motors (GM) yang semakin dekat setelah gagal mencapai kesepakatan dengan para pemegang obligasinya. Saham GM tercatat merosot hingga 20,1% menjelang pendaftaran kebangkrutan yang diperkirakan akhir bulan ini.
Perdagangan berjalan cukup moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,33 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,17 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
(qom/qom)











































