Harga Obligasi Jatuh, Wall Street Luruh

Harga Obligasi Jatuh, Wall Street Luruh

- detikFinance
Kamis, 28 Mei 2009 07:04 WIB
Harga Obligasi Jatuh, Wall Street Luruh
Jakarta - Saham-saham bergerak merosot seiring melonjaknya imbal hasil atau yield surat utang pemerintah AS. Hal itu memunculkan kekhawatiran melonjaknya biaya utang sekaligus bisa mengganggu pemulihan ekonomi.

Pada perdagangan Rabu (27/5/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup merosot 173,47 poin (2,05% ke level 8.300,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 17,27 poin (1,90%) ke level 893,06 dan Nasdaq turun 19,35 poin (1,11%) ke level 1731,08.

Harga patokan surat utang berjangka 10 tahun anjlok tajam sehingga yield membubung tinggi. Semakin jatuh harga obligasi, maka semakin tinggi yieldnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yield surat utang pemerintah AS atau US treasury berjangka 10 tahun melonjak ke 3,695% dari sebelumnya 3,493%. Sementara US Treasury berjangka 30 tahun juga melonjak ke titik tertingginya dalam 9 bulan ke posisi 4,606% dari sebelumnya 4,446%.

"Yield meningkat ke level yang sangat mengkhawatirkan pada outlook ekonomi," ujar William Sullivan, chief economist JVB Financial Group seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/5/2009).

Gerakan pasar saham dan obligasi yang berirama ini cukup mengkhawatirkan investor karena biasanya mereka bergerak berlawanan arah. Harga obligasi akan turun jika investor mencari aset yang lebih berisiko seperti saham sehingga menyebabkan harga saham naik. Namun kali ini ternyata tidak, karena turunnya harga obligasi yang berimplikasi kenaikan imbal hasil dikhawatirkan membuat biaya penerbitan surat utang menjadi mahal.

Sentimen negatif lainnya adalah dari kabar kebangkrutan General Motors (GM) yang semakin dekat setelah gagal mencapai kesepakatan dengan para pemegang obligasinya. Saham GM tercatat merosot hingga 20,1% menjelang pendaftaran kebangkrutan yang diperkirakan akhir bulan ini.

Perdagangan berjalan cukup moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,33 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,17 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads