Namun koreksi rupiah ini diprediksi hanya sementara karena pelaku pasar melihat arus dana asing (hot money) yang masuk ke Indonesia belum akan keluar.
Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2009 yang positif 4,4% dan inflasi yang terjaga tetap menjadi daya tarik investor masuk. Investasi di Indonesia juga dinilai lebih aman ketimbang Thailand atau Filipina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mata uang euro kembali melemah terhadap dolar AS karena aksi ambil untung setelah sebelumnya euro sempat menguat ke 1,4 dolar AS.
Euro juga tengah masuk teritori underperformance karena belum membaiknya data-data ekonomi di kawasan Eropa sehingga pelaku pasar memilih keluar sejenak.
Pada perdagangan valas Rabu waktu AS (27/5/2009) euro melemah ke 1,3868 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,3980 dolar AS.
(ir/ir)











































