"Pembicaraannya masih dalam tahap awal jadi kita belum tahu begaimana kemungkinan ke depan, tapi kita gunakan kesempatan ini dengan baik," ujar Direktur Keuangan INDY, Azis Armand usai RUPS Tahunan di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (28/5/2009).
Selain itu, perseroan juga tengah melakukan studi kelayakan (feasibility study) untuk melakukan akuisisi pertambangan batubara.Β Perseroan menjajaki setiap potensi tambang yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Azis mengatakan, untuk melakukan akusisi tambang dan pengembangan, perseroan memiliki kemampuan pendanaan internal yang memadai.
"Hingga akhir 2008, kas balance kami tercatat sebesar US$370 juta, kami tidak merencanakan untuk mencari pendanaan eksternal," katanya.
Perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 55 juta untuk tahun 2009.Β Ia menjelaskan, sebanyak US$ 13 juta dari dana tersebut akan digunakan untuk usaha pertambangan batubara perseroan, sejumlah US$ 18 juta untuk bidang perkapalan dan pengangkutan (shipping).
Sedangkan, sebanyak US$ 5-10 juta untuk pengeboran migas di 13 sumur migas di Kalimantan Barat, dan US$ 15 juta dialokasikan untuk kebutuhan Cirebon Electrical Power.
"Seluruh sisanya untuk kebutuhan operasional umum perusahaan," tambahnya.
(dro/ir)











































