Demikian hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) WIKA yang berlangsung dikantornya, Jakarta, Kamis (28/5/2009).
Sisa laba bersih lainnya yakni sebesar 2% atau Rp 3,03 miliar dialokasikan untuk berbagai Program Kemitraan. Sebesar 1% dari laba bersih atau Rp 1,52 miliar dialokasikan untuk program Bina Lingkungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat bahwa pada kondisi seperti ini, untuk pengembangan usaha, pilihan terbaik adalah mengandalkan pendanaan internal. Agar WIKA tetap dapat meraih kesempatan dengan menggunakan modal sendiri, maka pemberian dividen diseimbangkan besarannya," jelas Bintang Perbowo Direktur Utama dalam siaran persnya.
Tahun 2009 WIKA mencadangkan biaya modal sebesar Rp 321 miliar yang terbagi atas dana akuisisi dan penyertaan Rp 175 miliar, pengembangan usaha sebesar Rp 75 miliar dan Investasi Aktiva Tetap sebesar Rp 71 miliar.
Beberapa rencana strategis yang telah dikembangkan perseroan untuk tahun 2009 adalah Akuisisi dan Pengembangan Usaha, yakni Penyertaan MNA-Jalan Tol Surabaya-Mojokerto sebesar Rp 120 miliar, Akuisisi Perusahaan-Kontraktor Tambang sebesar Rp 35 miliar, Penyertaan Perusahaan dan Pengembangan Ekstrasi Aspal Buton dengan nilai Rp 45 miliar dan Pendirian Perusahaan IPP/Power Plant sebesar Rp 50 miliar.
(ir/qom)











































