Obligasi BEI Kelebihan Permintaan 1,52 Kali

Obligasi BEI Kelebihan Permintaan 1,52 Kali

- detikFinance
Jumat, 29 Mei 2009 16:55 WIB
Obligasi BEI Kelebihan Permintaan 1,52 Kali
Jakarta - Obligasi IV yang diterbitkan Bank Ekspor Indonesia (BEI) pada tahun 2009 oversubscribe.    Hasil book building permintaan terhadap obligasi tersebut mencapai Rp 3,05 triliun atau 1,52 kali melebihi jumlah emisi yang ditawarkan sebesar Rp 2 triliun.

Demikian dikatakan oleh Direktur Utama BEI, Arifin Indra dalam jumpa pers obligasi IV BEI di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (29/5/2009).
   
"Dengan mempertimbangkan waktu yang diperlukan untuk proses perubahan RKAP BEI tahun 2009, dan pengajuan izin baru kepada pemegang saham, maka peningkatan jumlah emisi hanya dilakukan sampai dengan jumlah Rp 2,5 triliun sesuai dengan izin emisi yang diberikan kementrian BUMN sebagai pemegang saham BEI," papar Arifin.
   
Izin emisi obligasi IV tahun 2009 sebesar Rp 2,5 triliun tersebut sebelumnya sudah dinaikkan dari izin awal emisi obligasi IV sebesar Rp 1,3 triliun.

Obligasi IV ini, lanjut Arifin. ditawarkan dengan 4 tranches, yaitu :

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


  • Seri A Tenor 1 tahun dengan kupon 10 persen
  • Seri B Tenor 3 tahun dengan kupon 11,625 persen
  • Seri C Tenor 5 tahun dengan kupon 12 persen
  • Seri D Tenor 7 tahun dengan kupon 12,75 persen

"Minat terbanyak adalah dari seri D dengan jumlah terbesar mencapai Rp 1 triliun dan share-nya 57 persen," ujarnya.
   
Ia mengatakan hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk mempertahankan total aset dan biaya ekspansi BEI yang berorientasi kepada sektor ekspor di Indonesia.
   
"Investor obligasi ini terdiri dari perbankan, asuransi, dana pensiun, investment management, institusi keuangan lainnya dan korporasi," jelas Arifin.
   
Sampai dengan bulan Maret 2009, total aset BEI mencapai Rp 12,018 triliun dan telah menyalurkan kredit sebesar Rp 9,676 triliun.

"Pada bulan Desember 2008 lalu, jumlah aset kita hanya sebesar 11,19 triliun dan kredit yang dibiayai mencapai Rp 9,3 triliun. Pertumbuhannya cukup baik," jelasnya.
   
Komposisi pembiayaan BEI rencananya sebesar 80 persen untuk kredit modal kerja dan sisanya untuk investasi. "Kredit modal kerja, terdiri dari valas sebesar 52 persen dan rupiah sejumlah 48 persen," tutur Arifin.
   
Sedangkan untuk deviden, BEI akan menyisihkan sebesar 10 persen dari total laba bersih tahun 2008 atau Rp 241 miliar. "Sejumlah 24 miliar atau sekitar 10 persen akan dibagikan kepada para pemegang saham," ungkapnya.
   
Selain menerbitkan obligasi, dalam mempertahankan ekspansinya, lanjut Arifin, BEI akan tetap mengadakan kerjasama bilateral dan sindikasi.

(dru/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads