Direktur Utama PT Mobile-8 Telecom yang baru Merza Fachys mengatakan dengan adanya penambahan pelanggan tersebut diharapkan pendapatan perseroan bisa membaik. Pada tahun 2008 lalu pendapatan perseroan melorot menjadi Rp 731,83 miliar, dari tahun 2007 yang sempat menembus Rp 882,54 miliar.
Optimisme ini didasarkan pada proses restrukturisasi utang obligasi baik dolar maupun rupiah yang diharapkan bisa rampung dan memberikan ruang nafas bagi perusahaan untuk bekerja lebih baik.
Β
"Obligasi dolar masih proses dalam pengadilan, sedangkan rupiah itu masih menunggu proses dari pemegang obligasi (Rupo)," katanya.
Β
Ia mengharapkan dari hasil restrukturisasi utang obligasi tersebut berharap pihaknya bisa mengundang atau mengajak pihak lain untuk mendukung pendanaan perseroan selanjutnya.
Β
"Tanpa dana tambahan akan sulit bagi mobil-8 dari sisi ekspansi dan keuangan," ucapnya.
Β
Mengenai target kinerja tahun 2009, lanjut dia, akan sangat tegantung hasil restrukturisasi utang, yang saat ini masih dalam proses penyelesaian.
Β
"Kasus obligasi dolar ini masih menggelinding di pengadilan, masih berlangsung, masih tahap undangan pertama, sedangkan rupiah masih menunggu sebelum 30 Juni 2009," katanya.
Β
Dijelaskannya menganai langkah perusahaan selanjutnya, pihaknya belum banyak menceritakan terkait kemungkinan proses langkah akuisisi maupun rights issue karena menyangkut kewenangan pemegang saham.
(hen/lih)










































