Saham GM anjlok hingga 33 persen menjadi hanya 75 sen. Investor pun kini hanya bisa mengkhawatirkan dampak kebangkrutan GM terhadap perekonomian AS kedepannya.
Sementara saham-saham lain di bursa Wall Street menutup pekan ini dengan penguatan setelah terus menerus dilanda pelemahan. Kali ini penguatan didorong oleh menguatnya saham-saham komoditas menyusul anjloknya dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang Mei, indeks S&P tercatat naik 5,3%, Dow Jones naik 4,1% dan Nasdaq naik 3,3%.
Investor kembali mendapatkan angin segara dari laporan yang menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen mencatat angka tertingginya dalam 8 bulan. Saham-saham perusahaan multinasional seperti Coca-cola mengalami penguatan tajam menyusul anjloknya dolar AS.Β Saham Coca-cola melonjak hingga 5% disusul oleh aham IBM yang naik 1,5%.
"Berdasarkan aksi di pasar, jelas sekali bagi saya bahwa kita sudah membalik sudut pada perekonomian. Pertanyaannya adalah, kapan kita mendapat pandangan yang jelas tentang apa yang terjadi di sudut? Apakah pertumbuhan yang lebih baik dengan inflasi yang moderat atau akan menjadi pertumbuhan yang lambat tapi inflasi tinggi," ujar Sasha Kostadinov, manajer portofolio dari Shaker Investment seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (30/5/2009).
Anjloknya dolar AS membuat harga-harga komoditas melonjak. Saham-saham sektor komoditas pun ikut melonjak, seperti Freeport-McMoran Copper and Gold Inc naik 4,3%.
Saham-saham energi juga menguat setelah harga minyak mentah naik hingga 1,23 dolar menjadi US$ 66,31 per barel. Saham Chevron naik 1,3%, ConocoPhilips naik 0,5% dan Exxon Mobil naik 0,2%.
Perdagangan berjalan cukup aktif, di New York Stock Exchange mencapai 1,86 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,59 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
(qom/qom)











































