Pada perdagangan Jumat (29/5/2009) di New York, euro menguat tajam ke posisi 1,4153 dolar, dibandingkan sebelumnya di posisi 1,3943 dolar. Euro sempat menguat ke 1,4168 dolar, yang merupakan titik tertingginya sejak 30 Desember.
Atas mata uang Jepang, yen, dolar AS juga merosot ke posisi 95,29 dari sebelumnya di 96,77 yen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jepang bahkan melaporkan produksi industrinya naik 5,2% atau mencatat kenaikan terbesar sejak 1953. Demikian pula India yang masih mampu mencetak pertumbuhan ekonomi positif 5,8% pada kuartal I-2009.
"Laporan ekonomi dari India dan Jepang memberi sinyal bahwa yang terburuk dari resesi ekonomi mungkin berakhir," jelas Al Goldman, analis dari Wachovia Securities seperti dikutip dari AFP, Sabtu (30/5/2009).
"Melemahnya dolar tidak dipicu oleh satu potong data atau berita namun kombinasi dari berbagai tekanan. Kita mulai melihat tanda-tanda yang lebih banyak dari stabilitas ekonomi AS dan dunia. Dan hal ini telah memberikan investor kepercayaan untuk keluar dari portofolio berdenominasi dolar AS yang dianggap aman, ke mata uang lain yang lebih berisiko dengan yield lebih tinggi," urainya lagi.
Data menunjukkan bahwa perekonomian AS menyusut 5,7% pada kuartal I-2009, atau lebih baik ketimbang proyeksi sebelumnya yakni menyusut 6,1%.
(qom/qom)











































