Dua faktor tersebut akan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (1/6/2009). Ada kemungkinan pelaku pasar melakukan aksi ambil untung setelah IHSG mengalami kenaikan tajam pekan lalu.
Pelaku pasar memprediksi terjadi inflasi 0,1%-0,2% di bulan Mei setelah bulan sebelumnya di bulan April mengalami deflasi 0,31%. Namun meski mengalami inflasi, untuk angka inflasi year on year diprediksi turun di kisaran 6,2% dibanding inflasi year on year April yang sebesar 7,31%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sentimen dari eksternal yang paling ditunggu pelaku pasar adalah penentuan pailit tidaknya produsen otomotif terbesar di AS yakni GM.
Indeks Nikkei Jepang pada Senin pagi ini dibuka turun 15,46 poin (0,16%) menjadi 9.507,04. Nikkei mengikuti pergerakan di Wall Street yang mulai terbatas karena deg-deg kan menjelang tenggat waktu pendaftaran kebangkrutan GM.
Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 96,53 poin (1,15%) ke level 8.500,33. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 12,31 poin (1,36%) ke level 919,14, Nasdaq naik 22,54 poin (1,29%) ke level 1.774,33.
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/5/2009) naik 13,955 poin (0,73%) menjadi 1.916,831.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Gap di level 1.934-1.946 pada bulan September 2008 mulai tertutup seiring kenaikan intraday yang mencapai level 1.941. Indeks akhirnya ditutup naik 13 poin ke posisi 1916 ditopang oleh saham ADRO setelah sebelumnya menyentuh upper band. Kondisi yang sudah overbought akan memicu profit taking yang wajar. Keluarnya data inflasi Mei akan menjadi fokus investor selain harga komoditas. Kisaran IHSG ada di1.880-1.960 dengan pilihan saham: ADRO, BBRI, ENRG, MEDC dan BTEL.Β eTrading Securities
Market kembali berhasil menutup record tertinggi tahun ini. Pada akhir perdagangan Jumat pekan kemarin, IHSG +0,7% menjadi 1.916,8 atau tertinggi sejak september 2008. Global market juga memimpin trend yang sama meskipun ada kekawatiran dari trend inflasi. Cerita minggu ini adalah harga komoditas yang menguat akibat dari penurunan nilai US dollar yang memicu penguatan harga komoditas. Crude Oil/minyak mentah dunia yang menjadi headline pergerakan komoditas sudah di perdagangkan di atas harga $66/barrel untuk pertama kali sejak November 2008.
Optimisme market terhadap pemulihan ekonomi terus mengankat bursa dunia, yang menjadi pertanyaan apakah ini akan bertahan. Seperti yang kita pernah singgung sebelumnya Moving Average 200 telah terpotong dan memberi signal Bullish untuk IHSG. Seperti yang kita ketahui, MA 200 sangat banyak di gunakan oleh trader untuk menentukan arah pergerakan harga.
Sore ini inflasi akan di umumkan, consensus memperkirakan 0,19%MoM atau 6,20%YoY dibanding inflasi bulan April 7.31%. Penyebab terjadinya inflasi disebabkan faktor musiman dimana setelah musim panen harga bahan makanan akan naik selain berakhirnya dampak kenaikan harga BBM di Mei tahun lalu. Secara umum inflasi Mei masih terkendali. (ir/ir)











































