"BNBR kembali membukukan laba setelah mengalami tantangan di tahun 2008 dengan kerugian sebesar Rp 15,8 triliun,β ujar Direktur BNBR, Dileep Srivastava saat dihubungi detikFinance, Senin (1/6/2009).
Triwulan I-2008 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 82,784 miliar. Meski secara pertumbuhan, laba bersih BNBR triwulan I-2009 anjlok 72,82%, namun menurut Dileep, perolehan laba Rp 22,5 miliar tersebut merupakan sinyal positif bagi kinerja BNBR ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontribusi anak-anak usaha seperti BUMI, ENRG dan ELTY menyumbang sekitar Rp 218,8 miliar.
Marjin kotor meningkat menjadi 51% dari sebelumnya 46%. Laba kotor naik 14,5% menjadi Rp 895 miliar dari sebelumnya Rp 782 miliar.
"Hal ini sejalan dengan penurunan biaya pendapatan dari Rp 928 miliar menjadi Rp 845 milliar," ujar Dileep.
BNBR juga berhasil menurunkan posisi hutang jangka pendek sebesar 57% dari sebelumnya Rp 3,5 triliun menjadi Rp 1,5 triliun. Namun hutang jangka panjang naik menjadi Rp 6,8 triliun.
"Terutama karena adanya restrukturisasi hutang dari Piper, Price & Company sebesar Rp 4,26 triliun pada 17 April 2009. Restrukturisasi dilakukan dengan penerbitan promissory notes terdiri atas Tranche A senilai Rp 1,16 triliun dan Tranche B senilai Rp 3,1 triliun," papar Dileep.
Total kewajiban lancar menurun 14% menjadi Rp 4,5 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 5,2 triliun.
(dro/ir)











































