Bakrie & Brothers Petik Laba Tipis di Triwulan I-2009

Bakrie & Brothers Petik Laba Tipis di Triwulan I-2009

- detikFinance
Senin, 01 Jun 2009 08:22 WIB
Bakrie & Brothers Petik Laba Tipis di Triwulan I-2009
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 22,5 miliar di triwulan I-2009, setelah mengalami kerugian sebesar Rp 15,8 triliun di akhir 2008. Pendapatan sebesar Rp 1,732 triliun, naik tipis 1,3% dari sebelumnya Rp 1,710 triliun.

"BNBR kembali membukukan laba setelah mengalami tantangan di tahun 2008 dengan kerugian sebesar Rp 15,8 triliun,” ujar Direktur BNBR, Dileep Srivastava saat dihubungi detikFinance, Senin (1/6/2009).

Triwulan I-2008 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 82,784 miliar. Meski secara pertumbuhan, laba bersih BNBR triwulan I-2009 anjlok 72,82%, namun menurut Dileep, perolehan laba Rp 22,5 miliar tersebut merupakan sinyal positif bagi kinerja BNBR ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hampir semua sektor memberikan kontribusi terhadap net income, dengan sektor telekomunikasi sebagai yang terbesar. Kerugian UNSP di triwulan I-2009 ditutup oleh pemasukan dari akuisisi baru BUMI," ujar Dileep.

Kontribusi anak-anak usaha seperti BUMI, ENRG dan ELTY menyumbang sekitar Rp 218,8 miliar.

Marjin kotor meningkat menjadi 51% dari sebelumnya 46%. Laba kotor naik 14,5% menjadi Rp 895 miliar dari sebelumnya Rp 782 miliar.

"Hal ini sejalan dengan penurunan biaya pendapatan dari Rp 928 miliar menjadi Rp 845 milliar," ujar Dileep.

BNBR juga berhasil menurunkan posisi hutang jangka pendek sebesar 57% dari sebelumnya Rp 3,5 triliun menjadi Rp 1,5 triliun. Namun hutang jangka panjang naik menjadi Rp 6,8 triliun.

"Terutama karena adanya restrukturisasi hutang dari Piper, Price & Company sebesar Rp 4,26 triliun pada 17 April 2009. Restrukturisasi dilakukan dengan penerbitan promissory notes terdiri atas Tranche A senilai Rp 1,16 triliun dan Tranche B senilai Rp 3,1 triliun," papar Dileep.

Total kewajiban lancar menurun 14% menjadi Rp 4,5 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 5,2 triliun.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads