"Pangsa pasar GGRM naik ke 24% pada bulan keempat 2009 (dari 23,7% pada triwulan I-2009), dan GGRM kembali ke posisi pertama, di atas HMSP," kata analis CIMB Trader, Rumaida Utami dalam risetnya, Senin (1/6/2009).
Dalam catatan CIMB, GGRM mencatat pendapatan triwulan I-2009 +10,8% yoy, karena kenaikan volume produksi 30,6% yoy berdasarkan data GAPPRI. Hal ini dibantu oleh kenaikan 29,6% pada produk SKM (mesin) dan 41,5% yoy pada SKT (tangan), meskipun rokok mild -18.1% yoy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gross dan operating margin masing-masing naik ke 22% dan 15,5%, paling tinggi dalam 10 kuartal terakhir. Pangsa pasar juga naik ke 24% pada bulan keempat 2009 (dari 23,7% pada 1Q09), dan GGRM kembali ke posisi pertama, diatas HMSP.
Outlook & Strategi
Berdasarkan data GAPPRI, perusahaan rokok cenderung membeli lebih banyak pita cukai sebelum diberlakukannya pajak baru. Konsumsi domestik naik 90% yoy, sebelum Februari 2009.
Pada bulan ke-4 2009, konsumsi rokok mencatat kenaikan +8,3% yoy dan mencapai 80,9 miliar batang. Target pemerintah tahun ini adalah 260 miliar batang dari rata-rata 247 miliar batang rokok.
GGRM memiliki strategi product mix yang lebih banyak serta sistem distribusi yang baru. Skenario terbaik kami mengantisipasi volume dan margin akan lebih baik dari prediksi.
Sementara itu, daya beli masyarakat cenderung masih kuat, sehingga pricing power kembali lagi ke emiten. Belanja negara juga akan mengurangi dampak phk, sementara reformasi pasar akan menciptakan lebih banyak pekerjaan
"Kami mempertahankan rating outperform untuk Gudang Garam (GGRM) dengan target harga Rp 17.100 (dari sebelumnya Rp 7,150) dengan metode DCF (11.9% WACC, 6% LTG) setelah menaikan earning CY09-11 sebesar 25-55%," kata Rumaida.
Target harga ini mengindikasikan 10x dan 8,4x CY10-11 P/E vs target JCI kami 10,8x CY10 P/E. Katalis yang dilihat CIMB datang dari basis kinerja triwulan I-2009 yang cemerlang, cash flow yang kuat serta potensi
recovery daya beli masyarakat Indonesia.
"GGRM seperti kami bahas diatas, berhasil merebut kembali top spot rokok nasional dari HM Sampoerna (HMSP) pada triwulan I-2009," katanya.
Pergerakan Teknikal
Gudang Garam (GGRM IJ; Rp 11.350, Buy on Weakness). Tahun 2009 P/E: 10.6x, P/BV: 1.3x. Money Flow, yang terlihat stagnant di area overbougth, cenderung turun 19.8% ke 73.7. Chaikin pun cenderung turun dari 0.29 ke 0.16. Standard Error Channel periode 24 merekam trend naik dengan kemiringan +203, diiringi trend yang serupa di garis linear regresi volume.
MACD di trend bullish sehingga GGRM seharusnya akan tampak masih menarik jika hari ini tak menembus Rp 10.500 dengan volume yang significant.
Konsolidasi bawah: minor Rp 10.800, major Rp 10.500
Konsolidasi atas: minor Rp 12.200, major Rp 12.400
(ir/qom)











































